Showing posts with label biografi orang ternama. Show all posts
Showing posts with label biografi orang ternama. Show all posts

Friday, November 14, 2014

KAU INI BAGAIMANA ATA AKU HARUS BAGAIMANA


Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.
By.GusMus

Kau ini bagaimana..
Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau bilang bergeraklah Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana…
aku Kau suruh maju Aku mau maju kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana..

Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana...

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana...
Aku kau suruh membangun, Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, Aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku menggarap sawah, Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana...
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
kau suruh aku jujur, Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, Aku sabar kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah, Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana...

Kau bilang kritiklah, Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana..
Aku bilang terserah kau, Kau tak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana, Atau aku harus bagaimana...
1987

Saturday, October 4, 2014

THE 48 LAWS OF POWER Part.4

HUKUM 10
INFEKSI: HINDARILAH ORANG-ORANG YANG TIDAK BAHAGIA DAN SIAL
Anda bisa mati akibat kesengsaraan orang lain—kondisi emosional bersifat menular, sama seperti penyakit. Anda mungkin merasa menolong orang yang sedang tenggelam, tetapi Anda hanya mempercepat bencana Anda sendiri. Orang yang sial kadang menarik kesialan bagi diri mereka sendiri; mereka juga akan menarik kesialan kepada Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang bahagia dan berntung.

HUKUM 11
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN TETAP TERGANTUNG KEPADA ANDA
Untuk mempertahankan kebebasan Anda, Anda harus selalu dibutuhkan dan diinginkan. Semakin sering Anda dijadikan sAndaran, semakin besar kebebasan yang Anda miliki. Usahakan agar orang lain tergantung kepada Anda untuk merasa bahagia dan mencapai kemakmuran, maka Anda tidak perlu takut apa-apa. Jangan pernah ajari mereka cukup banyak pengetahuan supaya mereka bisa hidup tanpa Anda.

HUKUM 12
PERGUNAKAN KEJUJURAN DAN KEMURAHAN HATI SELEKTIF UNTUK MEMPERDAYA KORBAN ANDA
Satu tindakan tulus dan jujur akan menutupi lusinan tindakan tidak jujur. Bertindak jujur dan murah hati dengan hati terbuka pasti bisa meruntuhkan bahkan benteng orang-orang yang paling mudah curiga sekalipun. Setelah kejujuran selektif Anda membuka lubang pada baju zirah mereka, Anda bisa menipu dan memanipulasi mereka sesuka Anda. Sebuah hadiah yang diberikan tepat waktu ---seekor kuda Troya—akan bermanfaat juga bagi Anda.

Thursday, October 2, 2014

THE 48 LOWS OF POWER Part.2

HUKUM 4
SENANTIASALAH BICARA LEBIH SEDIKIT DARIPADA YANG DIPERLUKAN
Ketika Anda mencoba membuat orang lain terkesan dengan kata-kata Anda, semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, maka Anda tampak semakin biasa-biasa saja dan semakin kurang terkendali. Bahkan jika Anda mengucapkan sesuatu yang dangkal, ucapan itu pasti tampak orisinil jika Anda mengucapkannya dengan samar-samar, tanpa akhir yang jelas, dan jelimet. Orang-orang yang berkuasa membuat orang lain terkesan dan mengintimidasi mereka dengan lebih jarang bicara. Semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, semakin besar kemungkinan bagi Anda untuk mengucapkan sesuatu yang konyol.

HUKUM 5
BEGITU BANYAK HAL TERGANTUNG DARI REPUTASI—JAGALAH REPUTASI ANDA DENGAN NYAWA ANDA
Reputasi adalah landasan kekuasaan. Melalui reputasi belaka Anda bisa mengintimidasi dan menang; namun demikian, sekali reputasi itu hilang, Anda menjadi rapuh dan pasti diserang dari segala sisi. Ciptakanlah reputasi yang tak bisa diserang. Senantiasalah bersikap waspada terhadap potensi serangan dan gagalkan mereka sebelum mereka muncul. Sementara itu, belajarlah untuk menghancurkan musuh Anda dengan menguak lubang-lubang reputasi mereka sendiri. Setelah itu menyingkirlah dan biarkan orang banyak menilai mereka.

HUKUM 6
CARILAH PERHATIAN BERAPA PUN HARGA YANG HARUS DIBAYAR
Segalanya dinilai berdasarkan penampilannya, apa yang tak terlihat tidak berarti sama sekali. Jangan penah biarkan diri Anda tersesat di tengah gerombolan massa atau terlupakan. Jadilah manusia yang menonjol, jadilah seseorang yang menarik perhatian berapa pun harga yang harus Anda bayar. Jadikan diri Anda magnet dengan tampak lebih besar, lebih berwarna-warni, dan lebih misterius daripada gerombolan massa yang membosankan dan pemalu.

Wednesday, October 1, 2014

THE 48 LAWS OF POWER Part.1

Lepas dari soal setuju atau tidak, faktanya, di dunia politik kekuasaan (bukan politik pelayanan!) ada semacam “hukum” yang dipegang teguh oleh para pemainnya. Mereka menggunakan “hukum kekuasaan” itu untuk meraih kekuasaan – dengan cara-cara yang legal, baik dipandang etis ataupun kurang etis. Tetapi itulah realitanya. Sekalipun kita tidak ingin mengikuti hukum tersebut, tetapi kalau kita tidak ingin diperalat atau menjadi korban kekuasaan, kita mesti tahu 48 hukum kekuasaan ini. Robert Greene memilih 48 hukum kekuasaan ini dari sejarah panjang perilaku kekuasaan, sejak zaman Yunani dan China kuno, sampai zaman modern.

HUKUM 1
JANGAN PERNAH TERLIHAT LEBIH BAIK DARI ATASAN ANDA
Senantiasalah buat atasan Anda merasa superior. Walaupun Anda ingin menyenangkan hati mereka atau membuat mereka merasa terkesan, jangan terlalu berlebihan dalam menunjukkan bakat-bakat Anda, jika tidak Anda hanya akan berhasil memancing reaksi sebaliknya---memancing perasaan takut dan perasaan tidak aman mereka. Buatlah atasan Anda tampak lebih brilian daripada sesungguhnya, maka Anda akan memperoleh kekuasaan terbesar

Ketika malam dimulai, Fouquet berada di puncak dunia. Pada saat malam berakhir, ia berada di dasar dunia. VOLTAIRE, 1694-1778

Imej: Bintang-bintang di langit. Hanya boleh ada satu matahari saja pada suatu periode waktu. Jangan pernah halangi sinar matahari atau menandingi kecemerlangannya; sebaliknya, memudarlah di langit dan temukan beragam cara untuk meningkatkan kecemerlangan sinar bintang atasan anda.

HUKUM 2
JANGAN PERNAH TERLALU MEMPERCAYAI TEMAN, TETAPI PELAJARILAH CARA MEMANFAATKAN MUSUH
Waspadalah terhadap teman-teman Anda—mereka bisa lebih cepat mengkhianati Anda, karena mereka mudah merasa iri. Mereka juga sering menjadi manja dan lalim. Tetapi pekerjakanlah seorang mantan musuh Anda, maka ia akan lebih setia daripada teman Anda, karena ia memiliki lebih banyak alasan untuk membuktikan dirinya. Sesungguhnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda takuti dari teman Anda daripada musuh Anda. Jika Anda tidak punya musuh, carilah cara untuk menciptakan musuh.

Jika anda ingin memiliki seorang musuh yang baik, pilihlah seorang teman: Dia tahu di mana dia harus menyerang anda. DIANE DE POIIERS, 1499-1566, KEKASIH GELAP HENRI II DARI PRANCIS Setiap kali aku menganugerahkan suatu jabatan kepada seseorang, aku menyebabkan seratus orang tidak puas dan membuat seseorang tidak tahu berterima kasih. LOUIS XIV, 1638-1715

HUKUM 3
SEMBUNYIKAN NIAT ANDA
Jagalah agar orang lain tetap kaget dan tidak tahu apa-apa dengan tidak pernah mengutarakan tujuan di balik tindakan Anda. Jika mereka tidak tahu apa yang sedang Anda rencanakan, mereka tak bisa mempersiapkan pembelaan diri. Bimbinglah mereka cukup jauh di jalan yang salah, lingkupi mereka dengan kebimbangan yang cukup pekat, maka pada saat mereka menyadari niat Anda, segalanya pasti sudah terlambat.

Bersambung.....

Sumber: Greene,Robert:The 48 Laws of Power.terj. Amelia L. 2007. Karisma publishing group

Wednesday, September 24, 2014

Ku Tak Akan Bersuara

Izinkan cintaku
Berbunga di hatimu
Biar terus mekar
Jadi kenyataan

T’lah lama ku dahaga
Belaian seorang insan
S’moga bersamamu
Ceria hidupku

Ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan
Hanya setiamu itu ku harapkan
Ku tak akan menduakan walau kilauan menggoda
Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu
Hanya ku pinta darimu
Setialah selamanya
Sehingga abadi
Cinta ini sayang begitu ku doakan

Ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan
Hanya setiamu itu ku harapkan
Ku tak akan menduakan walau kilauan menggoda
Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu
Hanya ku pinta darimu
Setialah selamanya
Sehingga abadi
Cinta ini sayang begitu ku doakan

Tak mungkin kan terjadi
Kehancuran cinta kita
Tegarnya hatimu seperti hatiku
Tegarnya hatimu seperti hatiku

Nike Ardila

Sunday, August 24, 2014

Kata-kata bijak om Mario teguh

kata bijak Motivasi Mario TeguhTerbaru 2014 :
1. Malas dan suka menunda akanmenjauhkan pendidikan dankesejahteraan, danmemperpanjang masa lajang.
2. Janganlah nilai orang dari masalalunya sebab kita semua sudahtak hidup di sana. Semua orangdapat berubah, biarkanlahmereka membuktikannya.
3. Menerima apa adanya saatkekurangan, bisa menyebabkanpenyesalan yang pedih saat kitaberkelebihan. Maka memilihlahdengan mempertimbangkanmasa depan yang lebih baik.
4. Kadang Anda harus membuatkeputusan untuk mengalah,atau Anda akan kehilangan diayang Anda cinta hanya karenaAnda keras kepala.
5. Menerima apa adanya saatkekurangan, bisa menyebabkanpenyesalan yang pedih saat kitaberkelebihan. Maka memilihlahdengan mempertimbangkanmasa depan yang lebih baik.
6. Yang optimis akan mengatakanTerima kasih, akan saya coba.namun yang pesimis akanberkata Ah, tak semudah itu.
7. Cinta yang jauh dan jarangbertemu akan digantikan olehcinta yang dekat dan akrab.
8. Janganlah sedih jika sekarangmasih dipandang sebelah mata,buktikanlah kalau anda layakuntuk mendapatkan keduamatanya.
9. Mencintai orang yang Andapercayai, lebih mudah daripadamempercayai orang yang Andacintai.
10. Tuhan, damaikanlah hati inidengan keyakinan bahwakesulitanku hanya sementaradan penyelamatanku sudahdekat.
11. Tinggi, besar dan keren semasasekolah memang berpengaruh.
12. Tapi di masa dewasa suksesmulebih penting.
13. Rendahkan hatimu di depanTuhan dan sesama, Maka Tuhanakan meninggikanmu melebihidari yang kamu pikirkan dandoakan.
14. Mulailah keberhasilan Andadari mana pun Anda berada.Buanglah lamunan yang hanyamenjauhkan Anda darikenyataan. Bertindaklah. Tidakakan ada perubahan tanpatindakan.
15. Jika anda bertemu denganorang yang lebih baik darianda, arahkan pikiran untukmenjadi serupa dengannya.

Kata-kata Maiyah Mocopat syafaat


1. Kalau hati bagai danau, maka danau itu perlu tenang untuk merasakan tetesan air (sabrang)
2. Sejatine ora ana apa-apa kejaba dudu
3. Kalau banyak jalan menuju roma, pasti lebih banyak lagi alan menuju Tuhan (sabrang)
4. Ojo rumongso biso, nanging bisoo rumongso (maiyah)
5. Sejatinnya bahwa tidak di kabulkannya doa adalah tidak dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buatmu (muzamil;sufi)
6. Tidak diabulkan itu adalah dikabulkan
7. rumus untuk dikabulkan doa, adalah ikhlaskan untuk tidak diterimanya doa (sabrang)
8. Ojo keburu waktu, nanging ojo turu lan gumuyu (maiyah)
9. jangan pengen jadi aPa2 tapi mintalah apa yang dikehendaki Allah.
10. Tidak ada petunjuk  itu adalah petunjuk...
11. Ketika sedang gundah, maka baliklah kamu ke asalmu.. ingat doa ortu dri namamu
12. Rubah energi kesedihan jadi energi positif untuk pemicu semangat
Mocopat Syafaat 17 Agustus 2014

Thursday, May 8, 2014

Kata-Kata Motivasi dari orang- orang ternama


  1.     “Pahlawan Bukanlah Orang Yang Berani Meletakkan Pedangnya Di Pundak Lawan, Tetapi Pahlawan Sebenarnya Ialah Orang Yang Sanggup Menguasai Dirinya Dikala  Ia Marah” (Nabi Muhammad SAW)
  2.     “Hanya Mereka Yang Berani Gagal Dapat Meraih Keberhasilan” (Robert  F. Kennedy)
  3.     “Setiap Pria Dan Wanita Yang Sukses Adalah Pemimpi-Pemimpi Besar. Mereka Berimajinasi Tentang Masa Depan Mereka, Berbuat Sebaik Mungkin Dalam Setiap Hal, Dan Bekerja Setiap Hari Menuju Visi Jauh Ke Depan Yang Menjadi Tujuan Mereka” (Brian Tracy)
  4.     “Tiga Sifat Manusia Yang Merusak  Adalah, Kikir Yang Dituruti, Hawa Nafsu Yang Diikuti, Serta Sifat Mengagumi Diri Sendiri Yang Berlebihan” (Nabi Muhammad Saw)
  5.     “Percayalah Pada Keajaiban Tapi Jangan Tergantung Padanya” (H. Jackson Brown, Jr)
  6.     “Rayulah Aku, Dan Aku Mungkin Tak Mempercayaimu. Kritiklah Aku, Dan Mungkin Aku Tak Menyukaimu. Acuhkan Aku, Dan Mungkin Aku Tak Memaafkanmu. Semangatilah Aku, Dan Mungkin Aku Takkan Melupakanmu” (William Arthur)
  7.     “Jika Anda Membuat Orang Lain Bahagia Hari Ini, Anda Juga Membuat Dia Berbahagia Dua Puluh Tahun Lagi, Saat Ia Mengenang Peristiwa Itu” (Sydney Smith)
  8.     “Manusia Yang Paling Lemah Ialah Orang Yang Tidak Mampu Mencari Teman. Namun Yang Lebih Lemah Dari Itu Ialah Orang Yang Mendapatkan Banyak Teman Tetapi Menyia-Nyiakannya” (Ali Bin Abi Tholib)
  9.     “Jangan Segan Mengulurkan Tangan Anda.  Tetapi Jangan Anda Enggan Untuk Menjabat  Tangan Orang Lain Yang Datang Pada Anda” (Pope John XXIII)
  10.     “Alam Memberi Kita Satu Lidah, Akan Tetapi Memberi Kita  Dua Telinga, Agar Supaya Kita Dua Kali Lebih Banyak Mendengar Daripada Berbicara” (La Rouchefoucauld)
  11.     “Sahabat Paling Baik Dari Kebenaran Adalah Waktu, Musuhnya Yang Paling Besar Adalah Prasangka, Dan Pengiringnya Paling Setia Adalah Kerendahan Hati” (Caleb C Harles Colton)
  12.     “Kebahagiaan Tergantung Pada Apa Yang Dapat Anda Berikan, Bukan Pada Apa Yang Anda Peroleh” (Mohandas Gandhi)
  13.     “Keberhasilan Tidak Diukur Dengan Apa Yang Telah Anda Raih, Namun Kegagalan Yang Telah Anda Hadapi, Dan Keberanian Membuat Anda Tetap Berjuang Melawan Rintangan Yang Bertubi-Tubi” (Orison Swett Marden)
  14.     “Dan Bahwa Setiap Pengalaman Mestilah Dimasukkan Ke Dalam Kehidupan, Guna Memperkaya Kehidupan Itu Sendiri. Karena Tiada Kata Akhir  Untuk Belajar Seperti Juga Tiada Akhir Untuk Kehidupan” (Annemarie Shcimmel)
  15.     “Urusan Kita Dalam Kehidupan Ini Bukanlah Untuk Mendahului  Orang Lain Tetapi  Untuk Melampaui Diri Kita Sendiri, Untuk Memecahkan Rekor Kita Sendiri, Dan Untuk Melampaui Hari Kemarin Dengan Hari Ini” (Stuart B. Johnson)
  16.     “Saya Telah Mempelajari Kehidupan  Pria-Pria Besar Dan Wanita-Wanita Terkenal, Dan Saya Menemukan Bahwa Mereka Yang Mencapai Puncak Keberhasilan Adalah Mereka Yang Melakukan Pekerjaan-Pekerjaan Yang Ada Di Hadapan Mereka Dengan Segenap Tenaga, Semangat, Dan Kerja Keras” (Harry S. Truman)
  17.     “Sebagian Orang Mengatakan Kesempatan Hanya Datang Satu Kali. Itu Tidak Benar. Kesempatan Itu Selalu Datang, Tetapi Anda Harus Siap Menanggapinya” (Louis L’amour)
  18.     “Kegagalan Dibagi Menjadi Dua Sebab. Yakni, Orang Yang Berpikir Tetapi Tidak Pernah Bertindak, Dan Orang Yang Bertidak Tetapi Tidak Pernah Berpikir” (W.A. Nance)
  19.     “Kebahagiaan Tertinggi Dalam Kehidupan Adalah Kepastian Bahwa Anda Dicintai Seperti Apa Adanya, Atau Lebih Tepatnya Dicintai Walaupun Anda Seperti Diri Anda Adanya” (Victor Hugo)
  20.     “Saat  Salah Satu Pintu Kebahagiaan Tertutup, Pintu Yang Lain Terbuka. Hanya Seringkalio Kita Terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat  Yang Telah Terbuka
  21.     Untuk Kita” (Helen Keller)
  22.     “Jika Kita Memulainya Dengan Kepastian, Kita Akan Berakhir Dalam Keraguan, Tetapi Jika Kita Memulainya Dengan Keraguan, Dan Bersabar Menghadapinya, Kita Akan Berakhir Dalam Kepastian” (Francis Bacon)
  23.     “Jangan Lihat Masa Lampau Dengan Penyesalan, Jangan Pula Lihat Masa Depan Dengan Ketakutan, Tapi Lihatlah Sekitarmu Dengan Penuh Kesadaran” (James Thurber)
  24.     “Orang-Orang Yang Begitu Luar Biasa, Ketika Mereka Mulai Berpikir Bahwa Mereka Bisa Melakukan Sesuatu. Saat Mereka Percaya Pada Diri Mrereka Semdiri, Mereka Memiliki Rahasia Kesuksesan Yang Pertama” (Norman  Vincent Peale)
  25.     “Kebahagiaan Anda Akan Tumbuh Berkembang Manakala Anda Membantu Orang Lain. Namun Bilamana Anda Tidak Mencoba Membantu Sesama, Kebahagiaan Akan  Layu Dan Mengering. Kebahagiaan Bagaikan Sebuah Tanaman, Harus Disirami Setiap Hari Dengan Sikap Dan Tindakan Memberi” (J. Donald Walster)
  26.     “Sedikit Sekali Orang Kaya Yangmemiliki Hartanya Sendiri. Hartalah Yang Memiklik Mereka” (Robert G. Ingersoll)
  27.     “Hidup Adalah Sebuah Tantangan, Maka Hadapilah. Hidup Adalah Sebuah Lagu, Maka Nyanyikanlah. Hidup Adalah  Sebuah Mimpi, Maka Sadarilah. Hidup Adalah Sebuah Permainan, Maka Mainkanlah. Hidup Adalah Cinta, Maka Nikmatilah” (Bhagawan  Sri Sthya Sai Baba)
  28.     “Orang Yang Bahagia Bukanlah Orang Pada Lingkungan Tertentu, Melainkan Orang Dengan Sikap-Sikap Tertentu” (Hugh Down)
  29.     “Jangan Takut Untuk Mengambil Satu Langkah Besar Bila Memang Itu Diperlukan. Anda Takkan Bisa Meloncati Sebuah Jurang Dengan Dua Lompatan  Kecil” (David Lloyd George)
  30.     “Tak Ada Rahasia Untuk Menggapai Sukses. Sukses Itu Terjadi Karena Persiapan, Kerja Keras, Dan Mau Belajar Dari Kegagalan” (General Collin Powel)
  31.     “Kita Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Kita Rasa Mampu Untuk Kerjakan, Orang Kain Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Telah Kita Lakukan” (Henry  Wadsworth Longfellow)
  32.     “Pengalaman Bukan Yang Terjadi Pada Anda, Melainkan Pada Apa Yang Anda Lakukan Atas Apa Yang Terjadi Pada Anda” (Aldous Huxley)
  33.     “Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak, Dan Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi” (Jawaharlal Nehru)
  34.     “Orang Yang Sederhana Itu Sederhana Dalam Ucapan, Tetapi Hebat Dalam Tindakan” (Confusius)
  35.     “Kita Tidak Tahu Bagaimana Hari Esok, Yang Bisa Kita Lakukan Ialah Berbuat Sebaiknya Dan Berbahagia Pada Hari Ini” (Samuel Taylor Coleridge)
  36.     “Lakukan Semua Kebaikan Yang Yang Dapat Anda Lakukan Dengan Segala Kemampuan Anda, Dengan Semua Cara Yang Anda Bisa, Di Segala Tempat, Setiap Saat, Kepada Semua Orang, Selama Anda Bisa” (Samuel Wesley)
  37.     “Amatlah Sedikit Yang Diperlukan Untuk Membuat Suatu Kehidupan Yang Membahagiakan, Semuanya Ada Di Dalam Diri Anda Sendiri, Yaitu Di Dalam Anda Berpikir Dan Bersikap” (Fred Corbett)
  38.     “Kesalahan Terbesar Yang Bisa Dibuat Oleh Manusia Di Dalam Kehidupannya Adalah  Terus-Menerus Mempunyai Rasa Takut Bahwa Mereka Akan Membuat Kesalahan” (Elbert Hubbard)
  39.     “Kebanggaan Kita Yang Terbesar Adalah Bukan Tidak Pernah Gagal, Tetapi Bangkit Kembali Setiap Kali Kita Jatuh” (Confusius)
  40.     “Tiadanya Keyakinanlah Yang Membuat Orang Takut Menghadapi Tantangan, Dan Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri” (Muhammad Ali)
  41.     “Banyak Kegagalan Dalam Hidup Ini, Dikarenakan Orang-Orang Tidak Menyadari Betapa Dekatnya Mereka Dengan Keberhasilan Saat Mereka  Menyerah” (Thomas Alva Edison)
  42.     “Semua Orang Tidak Perlu Menjadi Malu Karena Berbuat Kesalahan, Selama Ia Menjadi Lebih Bijaksana Daripada Sebelumnya” (Alexander Pope)
  43.     “Kita Berdoa Kalau Kesusahan Dan Membutuhkan Sesuatu, Mestinya Kita Berdoa Dalam Kegembiraan Besar Dan Saat Rezeki Melimpah” (Kahlin Gibran)
  44.     “Bagian Terbaik Dari Hidup Seseorang Adalah Perbuatan-Perbuatan Baiknya Dan Kasihnya Yang Tidak Diketahui Orang Lain” (William Wordsworth)
  45.     “Hiduplah Seperti Pohon Kayu Yang Lebat Buahnya, Hidup Di Tepi Jalan Dan Dilempari Orang Dengan Batu, Tetapi Dibalas Dengan Buah” (Abu Bakar Sibli)
  46.     “Apabila Kamu Tidak Dapat Memberikan Kebaikan Kepada Orang Lain Dengan Kekayaanmu, Berilah Mereka Kebaikan Dengan Wajahmu Yang Berseri-Seri, Disertai Dengan Akhlak  Yang Baik” (Nabi Muhammad Saw)
  47.     “Jadilah Kamu Manusia Yang Pada Kelahiranmu Semua Orang Tertawa Bahagia, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Menangis, Dan Pada Kematianmu Semua Orang Menangis Sedih, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Tersenyum” (Mahatma Ghandi)
  48.     “Keramahtamahan Dalam Perkataan Menciptakan Keyakinan, Keramahtamahan Dalam Pemikiran Menciptakan Kedamaian, Keramahtamahan Dalam Memberi Menciptakan Kasih” (Lao Tse)
  49.     “Kaca, Porselin, Dan Nama Baik, Adalah Sesuatu Yang Gampang Sekali Pecah, Dan Tak Kan Dapat Direkatkan Kembali Tanpa Meninggalkan Bekas Yang Nampak” (Benjamin Franklin)
  50.     “Kita Melihat Kebahagiaan Itu Seperti Pelangi, Tidak Pernah Berada Di Atas Kepala Kita Sendiri, Tetapi Selalu Berada Di Atas Kepala Orang Lain” (Thomas Hardy)
  51.     “Bersikaplah Kukuh Seperti Batu Karang Yang Tidak Putus-Putusnya Dipukul Ombak. Ia Tidak Saja Tetap Berdiri Kukuh, Bahkan Ia Menentramkan Amarah Ombak Dan Gelombang” (Marcus Aurelius)
  52.     “Karena Manusia Cinta Akan Dirinya, Tersembunyilah Baginya Aib Dirinya, Tidak Kelihatan Olehnya Walaupun Nyata. Kecil Dipandangnya Walaupun Bagaimana Besarnya” (Jalinus At Thabib)
  53.     “Jika Orang Berpegang Pada Keyakinan, Maka Hilanglah Kesangsian. Tetapi Jika Orang Sudah Mulai Berpegang Pada Kesangsian, Maka Hilanglah Keyakinan” (Sir Francis Bacon)
  54.     “Perbuatan-Perbuatan Salah Adalah Biasa Bagi Manusia, Tetapi Perbuatan Pura-Pura Itulah Sebenarnya Yang Menimbulkan Permusuhan Dan Pengkhianatan” (Johan Wolfgang Goeth)
  55.     “Sesuatu Yang Belum Dikerjakan, Seringkali Tampak Mustahil, Kita Baru Yakin Kalau Kita Telah Berhasil Melakukannya Dengan Baik” (Evelyn Underhill)
  56.     “Musuh Yang Paling Berbahaya Di Atas Dunia Ini Adalah Penakut Dan Bimbang. Teman Yang Paling Setia Hanyalah Keberanian Dan Keyakinan Yang Teguh” (Andrew Jackson)
  57.     “Kebanyakan Dari Kita Tidak Mensyukuri Apa Yang Yang Sudah Kita Miliki, Tetapi Kita Selalu Menyesali Apa Yang Belum Kita Capai” (Schopenhauer)
  58.     “Orang-Orang Yang Sukses Telah Belajar Membuat Diri Mereka Melakukan Hal Yang Yang Harus Dikerjakan Ketika Hal Itu Memang Harus Dikerjakan, Entah Mereka Menyukainya Atau Tidak” (Adlus Huxley)
  59.     “Orang-Orang Yang Hebat Di Bidang Apapun Bukan Baru Bekerja Karena Mereka Terinspirasi, Namun Mereka Terinspirasi Karena Mereka Lebih Suka Bekerja. Mereka Tidak Menyia-Nyiakan Waktu  Untuk Menunggu Inspirasi” (Ernest Newman)
  60.     “Belajarlah Dari Kesalahan Orang Lain. Anda Tak Dapat Hidup Cukup Lama Untuk Melakukan Semua Kesalahan  Itu Sendiri” (Martin Vanbee)
  61.     “Dalam Masalah Hati Nurani, Pikiran Pertamalah Yang Terbaik. Dalam Masalah Kebijaksanaan, Pemikiran Terakhirlah Yang Paling Baik” (Robert Hall)
  62.     “Cara Untuk Menjadi Di Depan Adalah Memulainya Sekarang, Jika Memulai Sekarang, Tahun Depan Anda  Akan  Tahu Banyak Hal Yang Sekarang Tidak Diketahui, Dan Anda Tak Akan Mengetahui Masa Depan Jika Anda Menunggu-Nunggu” (Willian Feather)
  63.     “Ancaman Nyata Sebenarnya Bukan Pada Saat Komputer Mulai Bisa Berpikir Seperti Manusia, Tetapi Ketika Manusia Mulai Berpikir Seperti Komputer” (Sydney Harris)
  64.     “Orang Yang Berhasil Akan Mengambil Manfaat Dari Kesalahan-Kesalahan Yang Ia Lakukan, Dan Akan Mencoba Kembali Untuk Melakukan Dalam Suatu Cara Yang Berbeda” (Dale Carnegie)
  65.     “Hati Yang Penuh Syukur, Bukan Saja Merupakan Kebijakan Yang Terbesar, Melainkan Merupakan Pula Induk  Segala Kebijakan Yang Lain” (Cicero)
  66.     “Semua Yang Di Mulai Dengan Rasa Marah, Akan Berakhir Dengan Rasa Malu” (Benjamin Franklin)
  67.     “Apa Yang Nampak Sebagai Suatu Kemurahan Hati, Sering Sebenarnya Tiada Lain Daripada Ambisi Yang Terselubung, Yang Mengabaikan Kepentingan-Kepentingan Kecil Untuk Mengejar Kepentingan-Kepentingan Yang Lebih Besar” (La Roucefoucauld)
  68.     “Kita Semua Hidup Dalam Ketegangan, Dari Waktu Ke Waktu Serta Dari Hari Ke Hari, Dengan Kata Lain, Kita Adalah Pahlawan Dari Cerita Kita Sendiri” (Mary Mc Carthy)
  69.     “Kerendahan Hati Menuntun Pada Kekuatan Bukan Kelemahan. Me;Lakukan Kesalahan Dan Melakukan Perubahan Atas Kesalahan Adalah Adalah Bentuk Tertinggi Dari Prnghormatan  Pada Diri Sendiri” (John Mc Cloy)
  70.     “Semakin Tua, Semakin Aku Menyadari Dampak Dari Sikapku Terhadap Diriku Sendiri. Sikap, Menurutku Lebih Penting Daripada Fakta, Lebih Penting Dari Pada Masa Lalu, Daripada Pendidikan, Daripada Uang, Daripada Lingkungan, Daripada Kegagalan, Daripada Keberhasilan, Daripada Yang Orang Lain Pikirkan, Katakan, Atau Lakukan. Lebih Penting Daripada Penampilan, Hadiah, Ataupun Ketrampilan. Sikaplah Yang Membangun Atau Menghancurkan Perusahaan, Rumah Ibadah Ataupun Rumah” (Charles Swindoll)
  71.     “Apapun Tugas Hidup Anda, Lakukan Dengan Baik. Seseorang Semestinya Melakukan Pekerjaannya Sedemikian Baik Sehingga Mereka Yang Masih Hidup, Yang Sudah Mati, Dan Yang Belum Lahir Tidak Mampu Melakukannya Lebih Baik Lagi” (Martin Luther King)
  72.     “Perjuanganku Lebih Mudah Karena Mengusir Penjajah, Tapi Perjuanganmu Akan Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri” (Bung Karno)
  73.     “Orang-Orang Yang Gagal Di Bagi Menjadi Dua, Yaitu Mereka Yang Berpikir Gagal Padahal Tidak Pernah Melakukannya, Dan Mereka Yang Melakukan Kegagalan Dan Tak Pernah Memikirkannya” (John Charles Salak)
  74.     “Kegagalan Adalah Sesuatu Yang Bisa Kita Hindari Dengan Tidak  Mengatakan Apa-Apa, Tidak Melakukan Apa-Apa, Dan Tidak Menjadi Apa-Apa” (Dennis Waitley)
  75.     “Persahabatan Adalah Hal Tersulit Untuk Dijelaskan Di Dunia Ini. Dan Ini Buka Soal Apa Yang Anda Pelajari Di Sekolah. Tetapi Bila Anda Tidak Pernah Belajar Makna Persahabatan, Anda Benar-Benar Tidak Belajar Apapun” (Muhammad Ali)
  76.     “Kebaikan Hati Adalah Ketidakmampuan  Untuk Tetap Tentram Jika Ada Orang Lain Merasa Gelisah, Ketidakmampuan Untuk Tetap Merasa Nyaman Jika Ada Orang Merasa Tidak Nyaman, Ketidakmampuan Untuk Tetap Berperasaan  Enak Apabila Seorang Tetangga Sedang Gundah” (Samuel H. Holdenson)
  77.     “Maafkanlah Musuh-Musuh Anda, Tapi Jangan Pernah Melupakan Nama-Namanya” (John F. Kennedy)
  78.     “Hal Terbaik Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Orang Lain Bukanlah Membagikan Kekayaan Anda, Tetapi Membantu Ia Untuk Memiliki Kekayaannya Sendiri” (Benjamin Disraeli)
  79.     “Ada Dua Macam Manuusia Di Dunia Ini, Mereka Yang Mencari Alasan Dan Mereka Yang Mencari Keberhasilan. Orang Yang Mencari Alasan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Tidak Selesai, Dan Orang Yang Mencari Keberhasilan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Dapat Terselesaikan” (Alan Cohen)
  80.     “Agar Dapat Mengambil Keputusan Dengan Tepat  Dalam Hidup Ini, Anda Harus Mendengar Jiwa Anda. Untuk Dapat Melakukannya, Anda Perlu Merasakan Kesenyapan, Yang Ditakuti Oleh Sebagian Besar Orang, Karena Di Dalam Kesunyian, Anda Dapat Mendengar Kebenaran Dan Melihat Pemecahan-Pemecahan” (Deepak Chopra)
  81.     “Cintailah Orang Yang Kau Cintainya Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Benci. Dan Bencilah Orang Yang Kau Benci Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Pada Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Cintai” (Imam Ali RA)
  82.     “Sebuah Tong Yang Berisi Dengan Pengetahuan Belum Tentu Sama Nilainya Dengan Setetes Budi” (Phytagoras)
  83.     “Bila Rahasia Sebuah Atom Dari Atom-Atom Tersingkap, Rahasia Segala Benda Ciptaan, Baik Lahir Maupun Batin Akan Tersingkap, Dan Kau Takkan Melihat Pada Dunia Ini  Atau Dunia Yang Akan Datang Sesuatu Kecuali Tuhan” (Syaikh Ahmad Al Alawi)
  84.     “Lebih Baik Menjaga Mulut Anda Tetap Tertutup  Dan Membiarkan Orang Lain Menganggap Anda Bodoh, Daripada Membuka Mulut Anda Dan Menegaskan Semua Anggapan Mereka” (Mark Twain)
  85.     “Kepuasan Terletak Pada Usaha, Bukan Pada Hasil. Berusaha Dengan Keras Adalah Kemenangan Yang Hakiki” (Mahatma Gandhi)
  86.     “Hal Terindah Yang Dapat Kita Alami Adalah Misteri. Misteri Adalah Sumber Semua Seni Sejati Dan Semua Ilmu Pengetahuan” (Albert Einstein)
  87.     “Orang-Orang Yang Melontarkan Kritik Bagi Kita Pada Hakikatnya Adalah Pengawal Jiwa Kita, Yang Bekerja Tanpa Bayaran” (Coorie Ten Boom)
  88.     “Sukses Berjalan Dari Satu Kegagalan Ke Kegagalan Yang Lain, Tanpa Kita Kehilangan Semangat” (Abraham Lincoln)
  89.     “Seberapa Jauh Perjalanan Anda Dalam Hidup Ini Bergantung Pada; Apakah Anda Bersikap Lembut Kepada Yang Lebih Muda, Bersikap Kasih Kepada Yang Lebih Tua, Bersimpati Kepada Yang Harus Berjuang Lebih Keras, Dan Bertenggang Rasa Kepada Yang Lemah Dan Yang Kuat. Suatu Hari Dalam Hidup Ini, Anda Akan Menjadi Salah Satu Di Antaranya” (George Washington Carver)
  90.     “Kata Yang Paling Indah Di Bibir Umat Manusia Adalah Kata “Ibu”, Dan Panggilan Paling Indah Adalah “Ibuku”. Ini Adalah Kata Yang Penuh Harapan Dan Cinta, Kata Manis Dan Baik Yang Keluar Dari Kedalaman Hati” (Kahlil Gibran)
  91.     “Sahabatmu Adalah Kebutuhan Jiwamu Yang Terpenuhi. Dialah Ladang Hatimu, Yang Dengan Kasih Kau Taburi Dan Kau Pungut Buahnya Penuh Rasa Terima Kasih. Kau Menghampirinya Di Kala Hati Gersang Kelaparan, Dan Mencarinya Di Kala Jiwa Membutuhkan Kedamaian. Janganlah Ada Tujuan Lain Dari Persahabatan Kecuali Saling Memperkaya Jiwa” (Kahlil Gibran)
  92.     “Seorang Pecundang Tidak Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah, Tetapi Sesumbar Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Menang. Sedangkan Pemenang Tidak Berbicara Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Ia Menang, Tetapi Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah” (Eric Berne)
  93.     “Bila Ada Cahaya Dalam Jiwa, Maka Akan Hadir Kecantikan Dalam Diri Seseorang. Bila Ada Kecantikan Dalam Diri Seseorang, Akan Hadir Keharmonisan Dalam Rumah Tangga. Bila Ada Keharmonisan Dalam Rumah Tangga, Akan Hadir Ketertiban Dalam Negara. Dan Bila Ada Ketertiban Dalam Negara, Akan Hadir Kedamaian Dalam Dunia” (Pepatah Cina)
  94.     “Seekor Burung Hantu Yang Bijaksana Duduk Di Sebatang Dahan. Semakin Banyak Ia Melihat , Semakin Sedikit Ia Berbicara. Semakin Sedikit Ia Berbicara, Semakin Banyak Ia Mendengar. Mengapa Kita Tidak Seperti Burung Hantu  Yang Bijaksana Itu??” (Edward Hersey Richard)
  95.     “Pandanglah Hari Ini. Kemarin Sudah Menjadi Mimpi. Dan Esok Hari Hanyalah Sebuah Visi. Tetapi Hari Ini Yang Sungguh Nyata, Menjadikan Kemarin Sebagai Mimpi Kebahagiaan, Dan Setiap Hari Esok Sebagai Visi Harapan” (Alexander Pope)
  96.     “Jadikan Deritaku Ini Sebagai Kesaksian, Bahwa Kekuasaan Seorang Presiden Sekalipun Ada Batasnya. Karena Kekuasaan Yang Langgeng Hanyalah Kekuasaan Rakyat. Dan Di Atas Segalanya Adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa” (Ir. Soekarno)
  97.     “Ia Yang Datang Akan Pergi. Seorang Penguasa, Pengemis, Atau Pertapa. Setiap Orang Yang Lahir Pasti Mati. Menghembuskan Nafas Terakhir Di Atas Tahta, Atau Di Seret Ke Dalam Kubur Dengan Kaki Dan Tangan Terikat, Apa Bedanya?” (Kabir)
  98.     “Tidak Seorangpun Yang Menghitung-Hitung, Berapa Untung Yang Kudapat Nanti Dari Republik Ini  Jikalau Aku Berjuang Dan Berkorban  Untuk Mempertahankannya” (Bung Karno)
  99.     “Satu-Satunya Hal Yang Harus Kita Takuti Adalah Ketakutan Itu Sendiri” (Franklin D. Rooselvelt)
  100.     “Saya Melihat Seorang Pemecah Batu Sedang Memukul Sebongkah Batu Padas Sampai Seratus Kali Tanpa Kelihatan Retak Sedikitpun. Tapi, Pada Pukulan Yang Ke Seratus Satu Kali, Batu Itu Pecah Menjadi Dua. Saya Tahu Bahwa Bukan Pukulan  Yang Terakhir Itu Yang Membelah Batu, , Tapi Semua Pukulan Yang Sudah Dilakukan Sebelumnya” (Jacoob Riis)

Wednesday, February 9, 2011

BIOGRAFI Nurcholish Madjid




NURCHOLISH MADJID, lahir di Jombang, 17 Maret 1939 (26 Muharram 1358), dari keluarga kalangan pesantren. Pendidikan yang ditempuh: Sekolah Rakyat di Mojoanyar dan Bareng (pagi) dan Madrasah Ibtidaiyah di Mojoanyar (sore); Pesantren Darul 'Ulum di Rejoso, Jombang; KMI (Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah) Pesantren Darus Salam di Gontor, Ponorogo; IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta (Sarjana Sastra Arab, 1968), dan Universitas Chicago, Illinois, AS (Ph.D., Islamic Thought, 1984).
Aktif dalam gerakan kemahasiswaan. Ketua Umum PB HMI, 1966-1969 dan 1969-1971; Presiden (pertama) PEMIAT (Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara), 1967-1969; Wakil Sekjen IIFSO (International Islamic Federation of Students Organizations), 1969-1971.
Mengajar di IAIN Syarif Hidayatullah, 1972-1976; dosen pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1985-sekarang; peneliti pada LIPI, 1978-sekarang; guru besar tamu pada Universitas McGill, Montreal, Canada, 1991-1992. Fellow dalam Eisenhower Fellowship, bersama isteri, 1990.
Ia banyak menulis makalah-makalah yang diterbitkan dalam berbagai majalah, surat kabar dan buku suntingan, beberapa diantaranya berbahasa Inggris. Buku-bukunya yang telah terbit ialah Khazanah Intelektual Islam (Jakarta, Bulan Bintang/Obor, 1984) dan Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan, suntingan Agus Edy Santoso (Bandung, Mizan, 1988)
Sejak 1986, bersama kawan-kawan di ibukota, mendirikan dan memimpin Yayasan Wakaf Paramadina, dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada gerakan intelektual Islam di Indonesia. Buku ini adalah salah satu hasil kegiatan itu. Dan sejak 1991 menjabat Wakil Ketua Dewan pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI).

Thursday, March 11, 2010

Karl Kaimound Popper


Ketika Ia Hidup

Karl Raimund Popper lahir di Wina tanggal 28 Juli 1902. Ayahnya Dr. Simon Siegmund Carl Popper adalah seorang pengacara yang sangat berminat pada filsafat. Maka tidak mengherankan bila ia begitu tertarik dengan dunia filsafat, karena ayahnya telah mengkoleksi buku-buku karya filusuf-filusuf ternama.

Pada usia 16 tahun ia keluar dari sekolahnya, Realgymnasium, dengan alasan Ia bosan dengan pelajaran disana maka ia menjadi pendengar bebas di Universitas Wina dan baru pada tahun 1922 ia diterima sebagai mahasiswa disama.

Setelah perang dunia I dimana begitu banyak penindasan dan pembunuhan maka Popper terdorong untuk menulis sebuah karangan tentang kebebasan. Dan diusia 17 tahun ia menjadi anti Marxis karena kekecewaannya pada pendapat yang menghalalkan “segala cara” dalam melakukan revolusi termasuk pengorbanan jiwa. Dimana pada saat itu terjadi pembantaian pemuda yang beraliran sosialis dan komunis dan banyak dari teman-temannya yang terbunuh. Dan sejak saat itu ia menarik suatu kebijaksanaan yang diungkapkan oleh Socrates yaitu “Saya tahu bahwa saya tidak tahu”, dan dari sini ia menyadari dengan sungguh-sungguh perbedaan antara pemikiran dogmatis dan kritis.

Salah satu peristiwa yang mempengaruhi perkembangan intelektual Popper dalam filsafatnya adalah dengan tumbangnya teaori Newton dengan munculnya Teori tentang gaya berat dan kosmologi baru yang gikemukakan oleh Einstein. Dimana Popper terkesan dengan ungkapan Einstein yang mengatakan bahwa teorinya tak dapat dipertahankan kalau gagal dalm tes tertentu, dan ini sangat berlainan sekali dengan sikap kaum Marxis yang dogmatis dan selalu mencari verifikasi terhadap teori-teori kesayangannya.

Dari peristiwa ini Popper menyimpulkan bahwa sikap ilmiah adalah sikap kritis yang tidak mencari pembenaran-pembenaran melainkan tes yang crucial berupa pengujian yang dapat menyangkal teori yang diujinya, meskipun tak pernah dapat meneguhkannya.

Tokoh lain yang cukup berpengaruh pada Popper yang berkaitan dengan perkembangan pemikiran filsafatnya adalah Karl Buhler, seorang profesor psikologi di Universitas Wina. Buhler memperkenalkan pada Popper tentang 3 tingkatan fungsi bahasa, yaitu fungsi ekspresif, fungsi stimulatif, dan fungsi deskriptif. Dua fungsi pertama selalu hadir pada bahasa manusia dan binatang sedangkan fungsi ketiga khas pada bahasa manusia dan bahkan tidak selalu hadir. Dan pada perkembangannya Popper menambahkan fungsi keempat yaitu fungsi argumentatif, yang dianggapnya terpenting karena merupakan basis pemikiran kritis.

Dalam perkembangan selanjutnya ia banyak menulis buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan epistemologi, dan sampai pada bukunya yang berjudul Logik der Forschung, ia mengatakan bahwa pengetahuan tumbuh lewat percobaan dan pembuangan kesalahan. Dan terus berkembang sampai karyanya yang berjudul The Open Society and Its Enemies, dalam karyanya ini Popper mengungkapkan bahwa arti terbaik “akal” dan “masuk akal” adalah keterbukaan terhadap kritik – kesediaan untuk dikritik dan keinginan untuk mengkritik diri sendiri.

Dari sini Popper menarik kesimpulan bahwa menghadapkan teori-teori pada fakta-fakta yang dapat menunjukkan ketidakbenarannya adalan satu-satunya cara yang tepat untuk mengujinya dan juga satu-satunya cara yang menungkinkan ilmu pengetahuan bisa berkembang terus menerus. Dan dengan adanya kemungkinan untuk menguji teori tentang ketidakbenarannya berarti teori itu terbuka untuk di kritik dan ia memunculkan apa yang dinamakan Rasionalisme kritis. Demikianlah sekelumit kehidupan Karl Raimund Popper yang mengakhiri hidupnya pada tahun 1994.

Karya-karyanya

1. Logik der Forschung tahun 1934

2. The Open Society and Its Enemies I, II; The Poverty of Historicism tahun 1957

3. The Logic of Scientific Discovery tahun 1959

4. Conjectures and Refutations: the Growth of Scientific Knowledge tahun 1963

5. Objective Knowledge, an Evolutionary Approach tahun 1972

6. The Philosophy of Karl Popper tahun 1974

Kritiknya terhadap Positivisme Logis

Asumsi pokok teorinya adalah satu teori harus diji dengan menghadapkannya pada fakta-fakta yang dapat menunjukkan ketidakbenarannya, dan Popper menyajikan teori ilmu pengetahuan baru ini sebagai penolakannya atas positivisme logis yang beranggapan bahwa pengetahuan ilmiah pada dasarnya tidak lain hanya berupa generalisasi pengalaman atau fakta nyata dengan menggunakan ilmu pasti dan logika. Dan menurut positivisme logis tugas filsafat ilmu pengetahuan adalah menanamkan dasar untuk ilmu pengetahuan.

Hal yang dikritik oleh Popper pada Positivisme Logis adalah tentang metode Induksi, ia berpendapat bahwa Induksi tidak lain hanya khayalan belaka, dan mustahil dapat menghasilkan pengetahuan ilmiah melalui induksi. Tujuan Ilmu Pengetahuan adalah mengembangkan pengetahuan ilmiah yang berlaku dan benar, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan logika, namun jenis penalaran yang dipakai oleh positivisme logis adalah induksi dirasakan tidak tepat sebab jenis penalaran ini tidak mungkin menghasilkan pengetahuan ilmiah yang benar dan berlaku, karena elemahan yang bisa terjadi adalah kesalahan dalam penarikan kesimpulan, dimana dari premis-premis yang dikumpulkan kemungkinan tidak lengkap sehingga kesimpulan atau generalisasi yang dihasilkan tidak mewakili fakta yang ada. Dan menurutnya agar pengetahuan itu dapat berlaku dan bernilai benar maka penalaran yang harus dipakai adalah penalaran deduktif.

Penolakan lainnya adalah tentang Fakta Keras, Popper berpendapat bahwa fakta keras yang berdiri sendiri dan terpisah dari teori sebenarnya tidak ada, karena fakta keras selalu terkait dengan teori, yakni berkaitan pula dengan asumsi atau pendugaan tertentu. Dengan demikian pernyataan pengamatan, yang dipakai sebagai landasan untuk membangun teori dalam positivisme logis tidak pernah bisa dikatakab benar secara mutlak.

Pemikirannya : Asas Falsifiabilitas

Menurut Popper teori yang melatar belakangi fakta-fakta pengamatan adalah titik permulaan ilmu pengetahuan dan teori diciptakan manusia sebagai jawaban atas masalah pengetahuan tertentu berdasarkan rasionya sehingga teori tidak lain hanyalah pendugaan dan pengiraan dan tidak pernah benar secara mutlak sehingga perlu dilakukan pengujian yang secermat-cermatnya agar diketahuan ketidakbenarannya.

Ilmu pengetahuan hanya dapat berkembang apabila teori yang diciptakannya itu berhasil ditentukan ketidakbenarannya. Dan Popper mengganti istilah verifikasi dengan falsifikasi.

Keterbukaan untuk diuji atau falsifiabilitas sebagai tolok ukur mempunyai implikasi bahwa ilmu pengetahuan dapat berkembang dan selalu dapat diperbaiki, dan pengetahuan yang tidak terbuka untuk diuji tidak ada harapan untuk berkembang, dan sifatnya biasanya dogmatis serta tidak dapat digolongkan sebagai pengetahuan ilmiah.

Adapun bagan mengenai metode falsifiabilitas yang dikemukankan oleh Popper dapat ditunjukkan sebagai berikut :

Tahap 1: P1 – TT – EE – P2

Tahap 2: P2 – TT1 – EE1 – P3

Tahap … dst…..

Keterangan :

P1 : Permasalahan/ Problem Awal
TT : Tentative Theory
EE : Error Elimination
P2 : Problem baru
TT1 : Tentative theory ke dua
EE1 : Error Elimination ke dua
P3 : Problem baru

Dari bagan ini terlihat bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang mengikuti alur diatas dan penjelasan ini akan lebih jelas lagi dengan menyimak penjelasn yang berikut.

Proses Pengembangan Pengetahuan Ilmiah

Popper menekankan bahwa pengalaman merupakan unsur yang paling menentukan dan pengalaman tidak mengenai sesuatu yang berdiri sendiri yang dapat dipakai sebagai tolok ukur atau batu uji mutlak buat pembuktian atau embenaran suatu teori atay pernyataan, melainkan mengenai cara menguji, atau metode penelitian itu sendiri. Jadi Popper mengatakan bahwa pengalaman saman dengan pengujian dan pengujian sama dengan metode penelitian.

Popper juga mengungkapkan adanya tahap-tahap pengembangan pengetahuan ilmiah, yaitu tahap 1, Penemuan masalah, ilmu pengetahuan mulai dari satu masalah yang bermula dari suatu penyimpangan, dan penyimpangan ini mengakibatkan orang terpaksa mempertanyakan keabsahan perkiraan itu dan ini merupakan masalah pengetahuan. Tahap 2, Pembuatan Teori, langkah selanjutnya adalah merumuskan suatu Teori sebagai jawabannya yang merupakan hasil daya cipta pikiran manusia dan sifatnya percobaan atau terkaan. Teori sifatnya lebih abstrak dari masalah. Tahap 3, Perumusan ramalan atau hipotesis, Teori selanjutnya digunakan untuk menurunkan ramalan atau hipotesis spesifik secara deduktif dan ini ditujukan kepada kenyataan empiris tertentu. Tahap 4, Pengujuan ramalan atau hipotesis, selanjutnya hipotesis diuji melalui pengamatan dan eksperimen tujuannya adalah mengumpulkan keterangan empiris dan menunjukkan ketidakbenarannya. Tahap 5, Penilaian hasil, tujuan menilai benar tidaknya suatu teori oleh Popper dinamakan pernyataan dasar yang menggambarkan hasil pengujian. Pernyataan dasar ini memainkan peranan khusus yaitu pernyataan yang bertentangan dengan teori, dan ini semacam petunjuk ketidakbenaran potensial dari teori yang ada. Dalam tahap ke 5 ini terdapat dua kemungkinan, pertama, teori ini diterima sehingga tidak berhasil ditunjukkan ketidakbenarannya dan untuk sementara teori ini dapat dikategorikan sebagai pengetahuan ilmiah sampai pada suatus aat dapat dirobohkan dengan menyusun suatu pengujian yang lebih cermat. Kemungkinan kedua, adalah teori ini ditolak sehingga terbukti bahwa ketidakbenarannya dan konsekuensinya muncul masalah baru dan harus segera dibentuk teori baru untuk mengatasinya. Tahap 6, Pembuatan Teori Baru, dengan ditolaknya teori lama maka muncullah masalah baru yang membutuhkan teori baru untuk mengatsinya dan sifat dari teori ini tetap abstrak dan merupakan perkiraan atau dugaan sehingga merupakan suatu percobaan yang harus tetap diuji.

Dari penjelasan diatas bahwa untuk mengembangkan pengetahuan ilmiah tentunya manusia tidka akan lepas dari kegiatan percobaan, kesalahan, terkaan dan penolakan yang silih berganti dan menurut Popper teori adalah unsur tetap dalam evolusi manusia dan teori pula adalah unsur rasio dan bagian dari pembawaan manusia.

Menurut Popper filsafat ilmu pengetahuan tidak lain merupakan suatu pengujian untuk memberikan alasan atau argumentasi untuk memilih teori satu dan membuang teori yang lain dan bukan mengenai pembenaran suatu teori. Dan apa yang dapat dibuat tidak lain hanya mengadakan pilihan rasional dalam keputusan tentang suatu pernyataan. Filsafat ilmu pengetahuan hanya dapat berbicara tentang pengetahuan dalam arti kata produksi, sedangkan masalah bagaimana pengetahuan itu dihasilkan atau ditemukan tidak bisa menjadi pokok pembicaraan oleh karena meliputi “intuisi kreatif” yang tidak terbuka untuk ditelaah.

Apa yang dimaksud oleh Popper Rasionalisme Kritis adalah memberikan kebebasan pada manusia untuk berfikir penuh kepada manusia. Pikiran manusia merupakan percobaan atau terkaan belaka. Untuk memperbaiki nasibnya manusia dituntut mengembangkan pengetahuan ilmiah dengan cara mengungkapkan kesalahan-kesalahan yang tersimpan dalam pikirannya sendiri. Teori disatu pihak hanyalah alat untuk mencapai pikiran yang lain dan lebih tepat. Teori pada hakekatnya merupakan jalan menuju fakta-fakta baru. Tugas Ilmuwan menurut Popper adalah membebaskan manusia dari terkaan dan ia dituntut untuk berkarya dan menciptakan fakta barusehingga dengan cara ini manusia dapat dibebaskan dari cengkraman kesalahan.

Kritik terhadap Popper

Kritik pertama disampaikan oleh Thomas Kunt ia melihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan itu dilihat dari masa lalu dan jika demikian maka apa yang diungkapkan oleh Popper tidak sesuai. Kunt mengungkapkan bahwa perkembang ilmu pengetahuan itu melalui 2 tahapan, yaitu tahap normal dan tahap revolusi.

Tahap normal ditandai dengan kesepahaman dikalangan ilmuwan tentang permasalahan yang pantas diteliti maupun syarat0syarat yang harus dipenuhi supaya hasil penelitian dapat diterima. Dengan adanya kesepakatan ini maka metode yang digunakannya pun berdasarkan kesepakatan. Karena ada kesepakatan diantara ilmuwan maka setiap fakta baru yang muncul akan segera diketahui keberadaannya. Namun ketika f\suatu fakta baru muncul dan dianggap menyimpang karena tidak dapat diteliti dengan menggunakan paradigman yang dianut, maka tidaks egera mengganti paradigma yang lama dengan yang baru seperti apa yang dikatakan oleh Popper tetapi semua ilmuwan itu mencoba berdialog dan membicarakan hal ini guna menetapkan paradigman baru yang akan dipakai, dan jika pada perbincangan itu tidak bisa dijelaskan tentang fakta yang baru ini maka barulah keabsahan yang menyimpang mulai diakui dan timbul akan paradigma baru. Dan ini merupakan permulaan dari tahap revolusi.

Ciri khas dari tahap revolusi adalah tiadanya satu paradigma yang berperan sebagai titik orientasi yang tetap dan juga jatuhnya syarat-syarat yang dianggap harus dipenuhi untuk suatu penelitian, atau menurut Kunt dinamakan Anomali. Dengan demikian maka penjelasan untuk pengertian paradigma dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menyertainya harus bersifat sosiologis.

Kritik kedua dilontarkan oleh Winch, ia mengatakan bahwa asumsi dasar Popper tentang tujuan ilmu pengetahuan tidaklah benar karena tujuan ilmu pengetahuan adalah mengembangkan ilmu pengetahuan berkesatuan (Einheitswissenschaft), dan menurut Winch antara ilmu alam dan ilmu sosial terdapat perbedaan yang mendasar sehingga kenyataan yang ingin dideskripsikan dan dijelaskan oleh ilmu sosial menunjukkan sifat lain dari ilmu alam sehingga tidak dapat dijelaskan dengan hukum-hukum abstrak dan universal. Ilmu sosial umumnya bertugas memberikan interpretasi, yakni harus menerangkan “pengertian” konsep yang berkaitan dengan kelakuan manusia dan metode yang paling cocok untuk itu harus bersifat interpretatif dan berdasarkan apa yang lazim dinamakan “verstehen”. Asas filsafat ilmu pengetahuan yang mendasari ilmu alam tidak dapat dianggap berlaku untuk ilmu-ilmu sosial.

Daftar Pustaka

Taryadi, Alfons, Epistemologi Pemecahan Masalah : Menurut Karl R. Popper, PT. Gramedia, Jakarta, 1989

Wuisman, J.J.J.M, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, jilid 1, Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta, 1996

Thursday, March 4, 2010

ALBERT EINSTEIN 1879-1955



Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori "relativitas"-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, "semuanya adalah relatif." Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.

Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa --sebutlah namanya X--meluncur laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.

Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.

Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik, bukannya 80.000 kilometer per detik.

Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.

Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.

Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak seorang pun --tentu saja tidak-- membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.

Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan "Proyek Manhattan" yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.

"Teori relativitas khusus" mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata terkecoh karena "teori relativitas umum" Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!

Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?

Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya --dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total-- telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.

Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.

Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.

Meskipun Einstein teramat terkenal dengan "teori relativitas"-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.

Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari teori itu.

Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan. Sedangkan "teori relativitas" Einstein teramat sulit dipahami biarpun lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, "teori relativitas" penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun cerdik dan tegas.

Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih "correct" ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?

Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newtonlah yang merupakan peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern sekarang ini. Bukannya Einstein.

Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan "teori relativitas" dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.


Einstein mendiskusikan teori-teorinya.
Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905 dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia menerbitkan kertas kerja perihal "relatif khusus," perihal efek foto elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi Direktur Lembaga Fisika "Kaisar Wilhelm" serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.

Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian Einstein berhasil merumuskan "teori umum relativitas," dan tahun 1921 dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.

Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.

Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: "Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya bagi kemanusiaan!" sebetulnya lebih kena untuk Einstein.

Wednesday, March 3, 2010

`UMAR IBN AL-KHATTAB ± 586-644



Sebuah mesjid di Kairo diberi nama "Mesjid Umar ibn al-Khattab"

`Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad. Dan seperti juga Muhammad, dia kelahiran Mekkah. Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun-586.

Asal-muasalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi, mendadak dia memeluk agama baru itu dan berbalik menjadi pendukung gigih. (Ini ada persamaannya yang menarik dengan ihwal St. Paul terhadap Kristen). `Umar Ibn al-Khattab selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Muhammad.

Tahun 632 Muhammad wafat, tanpa menunjuk penggantinya. Umar dengan cepat mendukung Abu Bakr sebagai pengganti, seorang kawan dekat Nabi dan juga mertua beliau. Langkah ini mencegah ada kekuatan dan memungkinkan Abu Bakr secara umum diakui sebagai khalifah pertama, semacam "pengganti" Nabi Muhammad. Abu Bakar merupakan pemimpin yang berhasil tetapi beliau wafat sesudah jadi khalifah hanya selama dua tahun. Tetapi, Abu Bakr menunjuk `Umar jadi khalifah tahun 634 dan memegang kekuasaan hingga tahun 644 tatkala dia terbunuh di Madinah oleh perbuatan seorang budak Persia. Di atas tempat tidur menjelang wafatnya, `Umar menunjuk sebuah panita terdiri dari enam orang untuk memilih penggantinya. Dengan demikian lagi-lagi kesempatan adu kekuatan untuk kekuasaan terjauh. Panitia enam orang itu menunjuk `Uthman selaku khalifah ke-3 yang memerintah tahun 644-656.

Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah `Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.

Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala `Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.

Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan `Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.

`Umar sudah barangtentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.

Keberhasilan `Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan `Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan `Umar yang brilian.

Memang akan merupakan kejutan --buat orang Barat yang tidak begitu mengenal `Umar-- membaca penempatan orang ini lebih tinggi dari pada orang-orang kenamaan seperti Charlemagne atau Julius Caesar dalam urutan daftar buku ini. Soalnya, penaklukan oleh bangsa Arab di bawah pimpinan `Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama dan lebih bermakna ketimbang apa yang diperbuat oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.

ISAAC NEWTON (1642-1727)



"Alam dan hukum alam tersembunyi di balik malam.
Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang benderang"



Isaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.

Pertengahan abad ke-17 adalah periode pembenihan ilmu pengetahuan. Penemuan teropong bintang dekat permulaan abad itu telah merombak seluruh pendapat mengenai ilmu perbintangan. Filosof Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis Rene Descartes kedua-duanya berseru kepada ilmuwan seluruh Eropa agar tidak lagi menyandarkan diri pada kekuasaan Aristoteles, melainkan melakukan percobaan dan penelitian atas dasar titik tolak dan keperluan sendiri. Apa yang dikemukakan oleh Bacon dan Descartes, sudah dipraktekkan oleh si hebat Galileo. Penggunaan teropong bintang, penemuan baru untuk penelitian astronomi oleh Newton telah merevolusionerkan penyelidikan bidang itu, dan yang dilakukannya di sektor mekanika telah menghasilkan apa yang kini terkenal dengan sebutan "Hukum gerak Newton" yang pertama.

Ilmuwan besar lain, seperti William Harvey, penemu ihwal peredaran darah dan Johannes Kepler penemu tata gerak planit-planit di seputar matahari, mempersembahkan informasi yang sangat mendasar bagi kalangan cendikiawan. Walau begitu, ilmu pengetahuan murni masih merupakan kegemaran para intelektual, dan masih belum dapat dibuktikan --apabila digunakan dalam teknologi-- bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah pola dasar kehidupan manusia sebagaimana diramalkan oleh Francis Bacon.

Walaupun Copernicus dan Galileo sudah menyepak ke pinggir beberapa anggapan ngelantur tentang pengetahuan purba dan telah menyuguhkan pengertian yang lebih genah mengenai alam semesta, namun tak ada satu pokok pikiran pun yang terumuskan dengan seksama yang mampu membelokkan tumpukan pengertian yang gurem dan tak berdasar seraya menyusunnya dalam suatu teori yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih ilmiah. Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup menyuguhkan kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan modern yang kini arusnya jadi anutan orang.

Newton sendiri agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini dia --pada tahun 1668-- merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun.

Keberhasilan Newton di bidang optik saja mungkin sudah memadai untuk mendudukkan Newton pada urutan daftar buku ini. Sementara itu masih ada penemuan-penemuan yang kurang penting di bidang matematika murni dan di bidang mekanika. Persembahan terbesarnya di bidang matematika adalah penemuannya tentang "kalkulus integral" yang mungkin dipecahkannya tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun. Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan semata bagaikan benih yang daripadanya tumbuh teori matematika modern, tetapi juga perabot tak terelakkan yang tanpa penemuannya itu kemajuan pengetahuan modern yang datang menyusul merupakan hal yang mustahil. Biarpun Newton tidak berbuat sesuatu apapun lagi, penemuan "kalkulus integral"-nya saja sudah memadai untuk menuntunnya ke tangga tinggi dalam daftar urutan buku ini.

Tetapi penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua (secara matcmatik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Terhadap kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan problem.

Hukum Newton dapat dan sudah dipergunakan dalam skala luas bidang ilmiah serta bidang perancangan pelbagai peralatan teknis. Dalam masa hidupnya, pemraktekan yang paling dramatis adalah di bidang astronomi. Di sektor ini pun Newton berdiri paling depan. Tahun 1678 Newton menerbitkan buku karyanya yang masyhur Prinsip-prinsip matematika mengenai filsafat alamiah (biasanya diringkas Principia saja). Dalam buku itu Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak. Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planit-planit seputar sang matahari. Persoalan utama gerak-gerik astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang tepat dan gerakan bintang-kemintang serta planit-planit, dengan demikian terpecahkan sepenuhnya oleh Newton hanya dengan sekali sambar. Atas karya-karyanya itu Newton sering dianggap seorang astronom terbesar dari semua yang terbesar.

Apa penilaian kita terhadap arti penting keilmiahan Newton? Apabila kita buka-buka indeks ensiklopedia ilmu pengetahuan, kita akan jumpai ihwal menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan penemuan-penemuannya dua atau tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ihwal ilmuwan yang manapun juga. Kata cendikiawan besar Leibniz yang sama sekali tidak dekat dengan Newton bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit: "Dari semua hal yang menyangkut matematika dari mulai dunia berkembang hingga adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik." Juga pujian diberikan oleh sarjana besar Perancis, Laplace: "Buku Principia Newton berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia." Dan Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup. Sedangkan Ernst Mach dalam tulisannya di tahun 1901 berkata, "Semua masalah matematika yang sudah terpecahkan sejak masa hidupnya merupakan dasar perkembangan mekanika berdasar atas hukum-hukum Newton." Ini mungkin merupakan penemuan besar Newton yang paling ruwet: dia menemukan wadah pemisahan antara fakta dan hukum, mampu melukiskan beberapa keajaiban namun tidak banyak menolong untuk melakukan dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada kita rangkaian kesatuan hukum-hukum yang mampu dipergunakan buat permasalahan fisika dalam ruang lingkup rahasia yang teramat luas dan mengandung kemungkinan untuk melakukan dugaan-dugaan yang tepat.

Dalam uraian yang begini ringkas, adalah mustahil membeberkan secara terperinci penemuan-penemuan Newton. Akibatnya, banyak karya-karya yang agak kurang tenar terpaksa harus disisihkan biarpun punya makna penting di segi penemuan dalam bidang masalahnya sendiri. Newton juga memberi sumbangsih besar di bidang thermodinamika (penyelidikan tentang panas) dan di bidang akustik (ilmu tentang suara). Dan dia pulalah yang menyuguhkan penjelasan yang jernih bagai kristal prinsip-prinsip fisika tentang "pengawetan" jumlah gerak agar tidak terbuang serta "pengawetan" jumlah gerak sesuatu yang bersudut. Antrian penemuan ini kalau mau bisa diperpanjang lagi: Newtonlah orang yang menemukan dalil binomial dalam matematika yang amat logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Mau tambah lagi? Dia juga, tak lain tak bukan, orang pertama yang mengutarakan secara meyakinkan ihwal asal mula bintang-bintang.

Nah, sekarang soalnya begini: taruhlah Newton itu ilmuwan yang paling jempol dari semua ilmuwan yang pernah hidup di bumi. Paling kemilau bagaikan batu zamrud di tengah tumpukan batu kali. Taruhlah begitu. Tetapi, bisa saja ada orang yang mempertanyakan alasan apa menempatkan Newton di atas pentolan politikus raksasa seperti Alexander Yang Agung atau George Wasington, serta disebut duluan ketimbang tokoh-tokoh agama besar seperti Nabi Isa atau Budha Gautama. Kenapa mesti begitu?

Pertimbangan saya begini. Memang betul perubahan-perubahan politik itu penting kalau tidak teramat penting. Walau begitu, bagaimanapun juga pada umumnya manusia sebagaian terbesar hidup nyaris tak banyak beda antara mereka di jaman lima ratus tahun sesudah Alexander wafat dengan mereka di jaman lima ratus sebelum Alexander muncul dari rahim ibunya. Dengan kata lain, cara manusia hidup di tahun 1500 sesudah Masehi boleh dibilang serupa dengan cara hidup buyut bin buyut bin buyut mereka di tahun 1500 sebelum Masehi. Sekarang, tengoklah dari sudut perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam lima abad terakhir, berkat penemuan-penemuan ilmiah modern, cara hidup manusia sehari-hari sudah mengalami revolusi besar. Cara berbusana beda, cara makan beda, cara kerja dan ragamnya beda. Bahkan, cara hidup santai berleha-leha pun sama sekali tidak mirip dengan apa yang diperbuat orang jaman tahun 1500 sesudah Masehi. Penemuan ilmiah bukan saja sudah merevolusionerkan teknologi dan ekonomi, tetapi juga sudah mengubah total segi politik, pemikiran keagamaan, seni dan falsafah. Sangat langkalah aspek kehidupan manusia yang tetap "jongkok di tempat" tak beringsut sejengkal pun dengan adanya revolusi ilmiah. Alasan ini --sekali lagi alasan ini-- yang jadi sebab mengapa begitu banyak ilmuwan dan penemu gagasan baru tercantum di dalam daftar buku ini. Newton bukan semata yang paling cerdas otak diantara barisan cerdas otak, tetapi sekaligus dia tokoh yang paling berpengaruh di dalam perkembangan teori ilmu. Itu sebabnya dia peroleh kehormatan untuk didudukkan dalam urutan hampir teratas dari sekian banyak manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Newton menghembuskan nafas penghabisan tahun 1727, dikebumikan di Westminster Abbey, ilmuwan pertama yang memperoleh penghormatan macam itu.

NABI MUHAMMAD (570 SM - 632 SM)




Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.

Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Friday, February 26, 2010

biografi HERBERT SPENCER



A. BIOGRAFI
Spencer lahir di Derby, Inggris, 27 April 1820. ia tak belajar seni Humaniora, tetapi di bidang teknik dan bidang utilitarian. Tahun 1837 ia mulai bekerja sebagai seorang insinyur sipil jalan kereta api, jabatan yang di pegangnya hingga tahun 1846.selama periode ini Spencer melanjutskan studi atas biaya sendiri dan mulai menerbitkan karya ilmiah dan politik.tahun 1848 spenser di tunjuk sebagai redaktur the economis dan gagasan intelektualnya mulai mantap. Tahun1850 ia menyelesaikan karya besar pertamanya, Social Statis. Selama menulis karya ini Spencer untuk pertama kalinya mengalami insomnia (tidak bisa tidur)dan dalam beberapa tahun berikutnya maslahmental dan fisiknya ini terus mengikat. Ia menderita gangguan syaraf sepanjang sisa hidupnya.
Tahun 1853 Spencer menerima harta warisan yang memungkinkan berhenti bekerja dan menjalani hidupnya sebagai seorang sarjana bebas. Ia tak pernah memperoleh gelar kesarjanaan Universitas atau memangku jabatan akademis. Karena ia mekin menutup diri, dan penyakit fisik dan mental semakin parah, produktifitasnya sebagai seorang sarjana makin menurun.akhirnya Spencer mencapai puncak kemasyuran tak hanya di inggris tetapi juga reputasi internesional. Richard Hofstadter mengatakan “selama tiga dekade sesudah perang saudara, orang tak akan mungkin aktif berkarya di bidang intelektual apapun tanpa menguasai(pemikiran)Spencer”(1959;33)salah seorang pendukungnya adlah industrialis terkenal Andrew Carnegie. Selaku pengikut, Carnegie pernah menyerati spencer menjelang akhir hanyatnya tahun 1903.
Guru yang tercinta…anda menemuiku tiap hari dalam pikiranku dan terus – menerus muncul pertanyaan “mengapa” – mengapa dia harus berbohong?mengapa dia harus pergi?....dunia tidak menyadari keistimewaan pikirannya…namun suatu hari nanti dunia akan menyadari ajarannya dan akan menghormati Spencer sebagai manusia besar (carnegie, di kutip dalaam pee, 1971;2)
Namun nasib Spencer ternyata tidak seperti itu.salah satu watak Spencer yang paling menarik yang menjadi penyebab kerusakan intelektualnya adalah keengganannya membaca buku orang lain. Dalam hal ini ia sama dengan tokoh sosioligi awal Auguste Comte yang mengalami gangguan otak. Mengenal keengganannya membaca buku orang lain, Spencer berkata: “aku telah menjadi pemikir sepanjang hidup, bukan menjadi pembaca, aku sependapat apa yang di katakan Hobbea jika membaca sebanyak yang di baca orang lain, aku akan mengetahui sedikityang mereka ketahui itu”(Wilstshire’1978;67).temannya pernah meminta pendapatnya tentang buku, dan “jawabannya adalah bila membaca buku ia melihat asumsi fundamental buku itu keliru dan karena itulah ia tak mau membaca buku”( Wilstshire’1978;67).Seorang pengarang menulis tentang “cara Spencer dalam menyerap peengetahuan melalui kekuatan kulitnya …….ia rupanya tak pernah membaca buku”( Wilstshire’1978;67).
Bila ia tak pernah membaca karya sarjana lain, lalu dari mana gagasan dan pemahaman Spencer berasal. Menurut Spencer, ide – idennya muncul tanpa sengaja dan secara intuitif dari pikirannya. Ia mengatakan bahwa gagasannya muncul “sedikit demi sedikit, secara rendah hati tanpa disengaja ataupun upaya keras”( Wilstshire’1978;66). Intuisi seperti itu di anggap Spencer jauh lebih efektif ketimbang uppaya berfikir dan belajar tekun:”pemecahan yang di capai melalui cara yang dilukiskan itu memungkinkan lebih benar ketimbang yang di capai dengan pemikiran”( Wilstshire’1978;66)
Spencer menderita karena enggan membaca secara serius karya orang lain. Sebenarnya, jika ia membaca karya orang lain, itu di lakukan hanya sekedar untuk menemukan pembenaran pendapatnya sendiri. Ia mengabaikan gagasan orang lain yang tak mengakui gagasannya. Demikianlah, Charles Darwin, pakar sezamannya. Berkata tentang Spencer “jika ia mau melatih dirinya untuk mengamati lebih banyak, dengan resiko kehilangan sebagian kekuatan berpikirnya sekalipun, tentulah ia telah menjadi seseorang yang hebat”(Wiltshire, 1978;70).pengabaiaan Spencer terhadap aturan ilmu pengetahuan menyebapkan ia membuat serentetan gagasan kasar dan pernyataan yang belum di buktikan kebenarannya mengenai evolusi kehidupan manusia. Karena itulah sosiologi abad 20 menplak gagasan Spencer dan menggantinya dengan riset ilmiah dan riset empiris yang tekun. Spencer meninggal 8 Desember 1903.

Sumber artikel : http://nataebiografiteacher.blogspot.com/