Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Wednesday, August 26, 2015

Museum Kreta Api AMBARAWA

adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.
ambaraw
Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari Museum ini menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 KM dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun itu. Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan. Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan.Harga karcis kereta wisata adalah Rp50.000 per orang, sedangkan lori Rp10.000 per orang. Harga sewa kereta Rp3.000.000

Sunday, February 15, 2015

Curug Leses

Menilik Curug Leses di Kaki Bukit Durenrenteng

AYAH – Curug Leses merupakan sebuah air terjun atau curug yang ada di perbatasan Desa Candirenggo dan Tlogosari kecamatan Ayah kabupaten Kebumen. Lokasi nya masih satu kompleks dengan Curug Gemawang. Tepatnya di atas arah timur dari Curug Gemawang.

Curug Leses terdiri dari dua curug atau aliran air yang tidak terlalu tinggi. Aliran air yang keluar dari semak dan pepohonan tersebut kemudian jatuh membentuk sebuah kolam. Kolam layaknya bak yang cukup dalam tersebut terbentuk secara alami. Debit air yang dihasilkan dari Curug Leses tidak besar dikarenakan sungai yang menjadi alirannya bukanlah sungai yang besar dan panjang.

Curug Leses berada dibawah Bukit Durenrenteng (234 m/dpl). Curug ini biasa dikunjungi para pecinta alam dan penggiat wisata Kebumen. Tak heran hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya. Namun bagi anak anak desa setempat, kolam Curug Leses biasa digunakan untuk berenang dan bermain air.

Di sekitar Curug Leses atau Desa Candirenggo ini juga terdapat sejumlah goa seperti Goa Durenrenteng 1, Goa Durenrenteng 2, Goa Banyu, Goa Kandangan dan Goa-goa dari percabangan Goa Petruk. Air Curug Leses cukup segar dan bersih meski tak seperti air di wilayah pegunungan utara yang jernih. Maklum saja, lokasi Curug Leses berada di kawasan karst dengan aliran air permukaan membawa larutan batuan kapur.

Sama seperti Curug Gemawang, Curug Leses bukan sebuah tempat wisata umum sehingga tak ada fasilitas apapun dilokasi . Bahkan untuk menemukannya pengunjung harus lebih mengandalkan bertanya kepada warga sekitar. (LintasKebumen©2015)

Menelusuri Sungai Bawah Tanah di Goa Surupan

AYAH – Kabupaten Kebumen memang sangat beruntung memiliki bentang alam yang indah dan lengkap. Salah satunya adalah bentang alam berupa pegunungan karst yang terletak disebelah pojok barat daya kabupeten berslogan Beriman ini. Karst tersebut dikenal dengan Kawasan Karst Gombong Selatan atau Kawasan Karst Karangbolong.

Karst selama ini identik dengan lahan kering, tidak produktif dan tidak memiliki banyak fungsi. Namun jangan salah, kawasan karst juga mempunyai fungsi yang penting diantaranya adalah keahliannya dalam menyimpan cadangan air sehingga bisa mencegar banjir bandang. Selain itu kawasan karst sudah pasti memiliki goa-goa yang indah.

Goa Surupan adalah satu dari 100 lebih goa di Kawasan Karst Gombong Selatan. Goa Surupan meliputi dua desa yakni desa Argopeni dan Desa Karangduwur kecamatan Ayah kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Goa Surupan sangat terkenal di kalangan pecinta alam dan para peneliti goa dari nusantara maupun mancanegara.

Goa Surupan juga memiliki keindahan stalakmit maupun stalaktit seperti goa-goa lainnya. Ornament goa di Goa Surupan sangat indah menempel di dinding lorong gua maupun didasar goa. Di Goa Surupan banyak juga ditemui sejumlah hewan seperti kelelawar, srewiti, lawet, udang, pelus bahkan kura-kura endemik.

Goa Surupan memiliki sebuah sungai bawah tanah yang cukup deras. Sungai yang mengalir dari Bukit Gadung dan melewati perkampung akan meresap seluruhnya kedalam goa ini. Sehingga di kala musim penghujan pengunjung dihimbau untuk berhati hati dengan potensi banjir bandang di dalamnya.

Di Goa Surupan juga terdapat beberapa ‘kedung’ yang cukup dalam sehingga pengunjung harus menyediakan pelampung. Disini juga bisa ditemui beberapa air terjun di sepanjang goa. Goa Surupan memiliki total panjang yang telah dipetakan kurang lebih 478 m walau warga mengkalim bahwa panjang goa lebih dari 1 Km. Tingginya sekitar 10 m. Pergerakan merunduk hingga di dominasi bebas berdiri.

Aliran air dari Sungai bawah tanah Goa Surupan akan mengalir ke Goa Sawangan di desa Karangduwur kecamatan Ayah kabupaten Kebumen yang ditandai dengan sebuah mulut luar gua yang menghadap langsung ke arah Samudera Hindia. Dibagian luar gua, air sungai kemudian jatuh membentuk air terjun Sawangan dan akhirnya aliran sungai akan berakhir di pantai selatan. (LintasKebumen©2015)

Wednesday, September 3, 2014

Benteng Van Der Wijck

Benteng Van Der Wijck, yg terletak di kecamatan wonokrio ini Merupakan wisata sejarah di Kebumen, letaknya yg berdekatan dg stasiun kereta gombong knon menjadikan Benteng ini sebuah basis pertahanan tentara belanda 2 abad yang lalu ketika masih menjajah Indonesia. Belanda membuat benteng ini untuk menahan serangan dari Pangeran Diponegoro yang merupakan pahlawan yang ditakuti Belanda. Benteng yang dibangun pada tahun tahun 1818 M. Sayangya saat ini Benteng ini sudah tidak murni merupakan wisata sejarah karena sudah dilakukan pemugaran yang cukup merontokan nilai asli sebagi wisata sejarah.
Dan di benteng yg terletak di sebelah timur laut pasar gombong ini juga pernah di gunakan untuk pembuatan salah satu sine film The Raid 2 (the brandal)

Sunday, August 24, 2014

Jembangan Wisata Alam


Jembangan Wisata Alam terletak di kecamatan Poncowarno Kebumen. Waduk ini tak kalah menarik dari dua waduk lainnya yaitu waduk sempor dan waduk wadaslintang. Waduk Jembangan terletak di kawaasan pegunungan kecamatan Poncowarno Kebumen. Tempatnya sangat indah, dan sangat layak untuk wisata alam besama keluarga anda. Utamanya untuk mengenalkan kepada anak-anak terkait keindahan alam pegunungan serta merawat dan melestarikannya. Maju terus wisata Kebumen , dengan munculnya waduk jembangan akan menambah potensi income masyarakat maupun pemerintah.

wisata jembangan
Jembangan Wisata Alam (JWA) merupakan salah satu kawasan objek wisata yang ada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan objek wisata ini terbilang masih baru, didirikan pada tahun 2011 oleh Bupati Kebumen yang baru terpilih yaitu H.Buyar Winarso, S.E. Kawasan objek wisata JWA menawarkan pemandangan telaga hijau dengan hutan hijau bersisian di sampingnya, di bagian ujung telaga ini dimanfaatkan sebagai bendungan air yaitu bendungan Pejengkolan, terusan pintu air bagian timur dari waduk Wadaslintang yang berada di Kabupaten Kebumen. Untuk menuju kawasan JWA ini di pintu masuk anda akan dikenai biaya tiket Rp 3000 dan biaya parkir Rp 2000/motor.
Site Utama
Di dalam kawasan JWA ini terdapat tiga site utama yang dapat dinikmati oleh pengunjung yaitu Telaga hijau yang bersisian dengan hutan yang masih alami, Waduk Pejengkolan dan Jembatan Gantung.
Untuk berkeliling menikmati telaga Jembangan yang bersisisan dengan hutan hijau dapat menggunakan wahana perahu air. Sementara untuk menuju jembatan waduk Pejengkolan dan Jembatan gantung anda sama sekali tidak dikenakan biaya. Namun letak kedua objek ini agak jauh dari kawasan utama telaga. Jembatan Waduk Pejengkolan terletak di sisi kanan pintu masuk sementara Jembatan Gantung terletak di sebelah kiri pintu masuk. Sebenarnya anda dapat menikmati kedua objek ini tanpa repot-repot menuju lokasinya langsung dengan menggunakan perahu mesin, namun tentu akan dikenai biaya tambahan jika anda meminta mengunjungi kedua jembatan ini karena lokasinya yang memang cukup jauh dari dermaga tempat perahu mesin bersandar. Namun kedua jembatan ini tidak kalah menariknya, Jembatan Pejengkolan merupakan jembatan permanen dari beton dan sudah beraspal dengan panjang kurang lebih 500 meter, sementara Jembatan Gantung merupakan jembatan semi permanen dengan bangunan beton besi di kedua ujungnya dan jembatannya itu sendiri terbuat dari papan kayu yang digantung.
Wahana
Selain menawarkan pemandangan telaga hijau yang luas, di kawasan JWA ini juga menawarkan berbagai wahana untuk belajar atau permainan anak-anak seperti Jembangan Fantasy Zoo, Wahana permainan anak dan Perahu air.
Jembangan Fantasy Zoo merupakan wahana belajar satwa bagi anak. Di wahana ini tersedia berbagai satwa yang sengaja didatangkan dari Kabupaten seperti aneka burung, gajah, kera dan lain sebagainya. Kebanyakan yang mengunjungi wahana ini merupakan siswa-siswi pelajar tingkat sekolah dasar yang datang berombongan didampingi oleh guru-guru mereka. Tiket masuk menuju wahana ini Rp 5000/orang.
Wahana permainan anak yang tersedia layaknya wahana permainan untuk anak-anak pada umumnya seperti perosotan,ayunan, wahana putaran untuk anak dan lain sebagainya. Tiket masuk wahana ini berkisar Rp 3000-5000/orang.
Perahu air ini dinikmati pengunjung untuk berkeliling menyusuri luasnya telaga Jembangan. Jenis perahu air ini terdiri dari dua macam yaitu  perahu air unitkecil menggunakan tenaga manusia yaitu dengan gowes layaknya sepeda, dan perahu air unit besar berbentuk naga yang menggunakan tenaga mesin untuk mengoperasikannya. Perahu unit kecil disewakan dengan harga per unit Rp 15.000 untuk kapasitas dua orang/30 menit. Sementara Perahu unit besar disewakan dengan harga Rp 15.000/orang. Perahu unit besar ini enak dinikamti jika anda datang secara berombongan.
Aksesibilitas
Kawasan JWA tereletak di desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen. Kecamatan Poncowarno ini merupakan Kecamatan yang terletak pada dataran tinggi. Prasara menuju lokasi kawasan wisata ini sudah sangat mendukung, yaitu jalan mulus beraspal hitam mengkilap, jalan berkelok-kelok mengikuti topografi yang ada. Namun prasarana yang ada tidak didukung dengan sarana transportasi yang baik. Tidak ada sarana transportasi umum untuk menuju lokasi kawasan JWA ini. Kawasan JWA hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi berjarak kurang lebih 20 Km dari Kebumen Kota. Dengan kata lain lokasi ini aksesibilitasnya masih rendah. Hal ini wajar, jika pengunjung kawasan JWA ini masih terbilang jarang. Padahal publikasi dari dinas pariwisatanya sendiri sudah dilakukan secara gencar.
Geografi Pariwisata
Dalam studi Geografi Pariwisata, selain objek yang menarik (Site Attraction), pelayanan dan fasilitas yang tersedia, yang dapat mendukung majunya industri pariwisata adalah kemudahan aksesibilitas dan didukung oleh promosi. Aksesibilitas ini berhubungan dengan letak geografis dan kemudahan jangkauan transportasi umum menuju lokasi wisata. Oleh karena itu pemerintah dan dinas terkait (Dinas Pariwisata) harus menyediakan sarana transportasi publik menuju kawasan JWA ini agar bisa diakses oleh orang-orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Apalagi Kawasan JWA merupakan ikon terbaru dari Kabupaten Kebumen. Harapan kedepannya dengan dibukanya kawasan JWA sebagai objek wisata baru, dapat mengenalkan potensi Kabupaten Kebumen kepada khalayak umum sehingga meningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata.

Sekilas Tentang Goa Barat Di Kebumen


Terdapat air terjun dengan ketinggian 8 meter yang disebut Jump Ulysses yang artinya adalah “sang petualang cerdik” dalam mitologi Yunani. Dalam udara pengap disertai suara gemuruh air, para petualang melakukan penjelajahan ke dalam gua yang gelap gulita.

Kurang lebih 20 meter dari Jump Ulysses terdapat air terjun yang lebih tinggi denga ketinggian 32 meter dan diberi nama Superman’s Big Sister.

Bebatuan runcing yang menjulur dari atas langit-langit gua atau biasa disebut stalaktit banyak ditemukan di dalam gua ini, menambah suasana di dalam gua sangat unik dan menakjubkan.

Karena banyaknya jeram di dalamnya, Gua Barat merupakan gua yang paling berat untuk dijelajahi. Para petualang harus berani dan tangguh untuk menelusuri lorong besar Gua Barat yang gelap dan pengap.

Nama Superman’s Big Sister diberikan oleh Cahyo Alkantana, seorang pria yang pertama kali berhasil menerobos Gua Barat hingga hampir mencapai ujung ketika tahun 1996 lalu. Bersama dengan tim gabungan Indonesia-Prancis, dia menelusuri Gua Barat yang besar dan mengagumkan

Dari 100 air terjun yang terdapat di lorong Gua Barat ini, mereka berada pada ruas 2 kilometer terakhir setelah Jump Ulysses sampai Muddy Passage, kira-kira 200 meter dari pintu keluar bernama Tataquine.

Di mulut gua ini para petualang memulai dan mengakhiri penjelajahan. Nama Gua Barat ini sesuai dengan karakter alamiah mereka, yaitu angin kencang dari arah dalam seringkali menerpa mulut gua. Angin kencang tersebut dalam bahasa Jawa dijuluki angin barat
Angin barat adalah angin kencang yang datang pada musim tertentu dan biasanya disertai dengan munculnya jamur di tanah. Sehingga masyarakat menyebutnya jamur barat, artinya jamur yang dikeluarkan oleh angin barat.

Di Gombong Selatan, kebumen Jawa Tengah, tepatnya di Desa redisari kec Rowokele disana terdapat gua menakjubkan yang paling menantang di dunia, dialah Gua Barat. Thanks to Www.Tempo.Co.