Showing posts with label go green. Show all posts
Showing posts with label go green. Show all posts
Sunday, August 3, 2014
Tugu Yogyakarta
Labels:
gambar,
go green,
PARIWISATA,
pengetahuan,
sosiologi pendidikan,
wirausaha
Wednesday, May 7, 2014
Pantai Ayah (Logending) Kebumen
Pantai Ayah, atau juga dikenal dengan sebutan Pantai Logending, adalah salah satu obyek wisata pantai yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Obyek wisata ini cukup terkenal karena memadukan antara wisata hutan dengan wisata bahari, yaitu Hutan Wisata Logending dan Pantai Ayah. Hutan Wisata Logending merupakan kawasan hutan jati milik Perum Perhutani Kedu Selatan yang berada di dekat pantai tersebut.
Menurut cerita masyarakat setempat, Pantai Ayah dan Hutan Logending pada zaman dulu pernah dijadikan sebagai tempat pengintaian dan pos penjagaan oleh tentara Belanda maupun Jepang sewaktu menjajah di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya bekas peninggalan berupa benteng yang terletak di tepi pantai maupun di atas pegunungan Logending. Pada tahun 1948—1950, ketika terjadi revolusi di Indonesia, kawasan hutan Logending ini juga pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian para pejuang TNI saat mempertahankan wilayah itu.
Keistimewaan Pantai AyahPantai yang berjarak sekitar 8 km dari obyek wisata Gua Jatijajar ini, memiliki pemandangan alam yang indah dengan air yang jernih, serta hamparan pasir yang luas dan landai. Di kawasan wisata ini, pengunjung dapat menghirup udara segar sambil berjalan-jalan menyusuri pantai. Tak hanya itu, wisatawan juga dapat bermain sepak bola, voli pantai, maupun duduk bersantai di atas pasir.
Setelah puas menikmati suasana pantai, pengunjung dapat menuju kawasan hutan Logending yang terletak puluhan meter dari pantai. Di dalam hutan ini terdapat berbagai macam tumbuhan yang merupakan tanaman lokal maupun mancanegara yang tergolong langka. Salah satu tumbuhan yang tergolong langka yang terdapat di dalam hutan ini adalah mahoni Afrika. Tumbuhan ini jarang terdapat di hutan-hutan lain di Indonesia pada umumnya. Karena alasan itulah, kemudian area hutan ini dijadikan sebagai tempat penelitian tanaman langka dan sekaligus pengembangan mahoni Afrika tersebut.
Obyek wisata lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi dan berada di kawasan obyek wisata Pantai Ayah adalah indahnya muara sungai Bodo, yaitu sungai yang memisahkan wilayah Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap. Untuk menikmati pemandangan sungai ini wisatawan dapat berkeliling dengan menyewa perahu nelayan setempat. Sepanjang sungai tersebut, pengunjung dapat melihat air Sungai Bodo yang tenang, rimbunnya pohon payau di tepian sungai, dan lebatnya pohon jati milik Perum Perhutani yang tampak tertata rapi dan menghijau.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana obyek wisata ini pada malam hari, dapat mendirikan tenda-tenda perkemahan di lokasi perkemahan Perum Perhutani yang terletak di kawasan hutan jati tersebut. Area perkemahan yang luas, bersih, dan sejuk ini khusus diperuntukkan bagi wisatawan yang gemar camping sambil berwisata.
Lokasi Pantai AyahPantai Ayah terletak di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Akses ke Pantai Ayah
Untuk menuju obyek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi (mobil), maupun sarana angkutan umum (bus) dari Kebumen. Jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Kebumen, akan menempuh jarak kurang lebih 20 km sampai ke lokasi obyek wisata Pantai Ayah ini. Namun, bagi pengunjung yang ingin naik angkutan umum (bus), perjalanan dapat dimulai dari Terminal Kebumen. Dari terminal ini banyak bus yang melewati obyek wisata tersebut dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.
Labels:
go green,
INFO KEBUMEN,
PARIWISATA
Saturday, December 3, 2011
EKOLOGI
A.
PENGERTIAN EKOLOGI
Ekologi
berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos
yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang
berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik
interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya (lihat Gambar 6. 1).
Dalam
ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest
Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914).
Ekologi
adalah cabang ilmu biologi yangbanyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu
pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk
pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di
antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama
guna meningkatkan produktivitas.
Ekologi
berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya.
Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam
hubungan timbal balik tersebut.
Dalam
studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada
komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi
berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.
B. PRINSIP EKOLOGI
Ada 14 Prinsip dalam Ilmu Lingkungan
yang merupakan satu kesatuan antara satu dengan yang lain. Ke empat belas
prinsip tersebut ialah seperti tertera berikut:
1.
Prinsip ke-1
Semua energi yang memasuki sebuah
organisma (hidup), populasi atau ekosistem, dapat dianggap sebagai energi yang
tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang
lain, tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.
2.
Prinsip
ke-2
Tak ada sistem pengubahan energi
yang betul betul cermat.
3.
Prinsip
ke-3
Materi, Energi, Ruang, Waktu, dan
Keaneka-ragaman adalah kategori sumber alam.
4.
Prinsip
ke-4
Untuk semua kategori sumber alam,
kalau pengadaan sumber itu sudah cukup tinggi, pengaruh unit kenaikannya sering
menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum.
Melampaui batas maksimum ini, takkan ada pengaruh yang menguntungkan lagi.
Untuk semua kategori sumber alam (Kecuali Keaneka-ragaman dan Waktu) kenaikan
pengadaan sumber alam yang melampaui batas maksimum, bahkan akan mempunyai
pengaruh yang merusak karena kesan peracunan. Ini adalah prinsip penjenuhan.
Untuk banyak fenomena sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan
oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.
5.
Prinsip
ke-5
Ada dua jenis sumber alam dasar,
yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya dan
ada pula sumber alam yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
6.
Prinsip
ke-6
Individu dan spesies yang mempunyai
lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan
saingannya itu.
7.
Prinsip
ke-7
Kemantapan keanekaragaman suatu
komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.
8.
Prinsip ke-8
Bahwa sebuah habitat (Lingkungan
hidup) itu dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal itu
bergantung pada bagaimana niche dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan
takson tersebut.
9.
Prinsip ke-9
Keaneka-ragaman komunitas apa saja
sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya.
10.
Prinsip ke-10
Perbandingan (rasio) antara biomasa
dengan produktivitas (B/P) naik dalam perjalanan waktu pada lingkungan yang
stabil hingga mencapai sebuah asimtot.
11.
Prinsip ke-11
Sistem yang sudah mantap (dewasa)
mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa).
12.
Prinsip ke-12
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat
atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya dalam keadaan suatu
lingkungan.
13.
Prinsip ke-13
Lingkungan yang secara fisik stabil
memungkinkan berlakunya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang
mantap (dewasa), yang kemudian dapat menggalakkan kestabilan kepada populasi.
14.
Prinsip ke-14
Derajat pola keteraturan naik turun
populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya
yang nanti akan mempengaruhi populasi itu
Labels:
go green,
IPA,
pendidikan
Sunday, February 28, 2010
GO GREEN INDONESIAKU
Apa pun keadaannya, kita tetap mencintai keindahan. Apa lagi terkait munculnya isu Global Warming yang melanda dunia. Tentunya, terlepas valid-tidaknya isu tersebut, kita harus tetap memperhatikan alam dan lingkungan sekitar. Menjaga agar hijau Indonesia tidak makin susut. Jelas, suasana nyaman; senantiasa dinaungi rindangnya pohon dan kesejukan udara, adalah hal yang selalu kita harapkan. Itulah yang membuat orang kota memilih desa atau daerah di pegunungan sebagai tempat santai karena bisa mendapatkan suasana nyaman tadi.
Saat ini, karena sudah beredar tanda Global Warming, kita harus lebih aktif lagi menanggapinya. Salah satunya, ikut mendukung kampanye Anti Global Warming, baik dalam bentuk donasi maupun berupa upaya riil dengan penghijauan. Tidak cuma hutan saja yang perlu di awasi dan dihijaukan, melainkan mulai dari diri kita sendiri.
Ada satu contoh cakep dari Surabaya. Kota Pahlawan itu lagi giat-giatnya mendirikan taman kota. Tidak berapa luas, tapi ditata sedemikian rupa sehingga apik; hamparan rumput yang rapat, bunga-bunga yang tahan cuaca panas, air mancur, dan arena bermain untuk anak-anak.
Satu sisi, hadirnya taman kota di beberapa titik Surabaya cukup berhasil menghibur warga kotanya. Para orang tua pun lebih mudah mengajak anak-anaknya untuk bersantai dan menikmati suasana di dalam kota. Sebut saja beberapanya, Taman Flora di bilangan Raya Manyar, yang selalu ramai pengunjung dan Taman Prestasi di bantaran Kali Mas-belakang kantor Gubernur Jawa Timur.
Sisi lainnya, taman kota cukup meneduhkan suasana panas Surabaya yang bersuhu di kisaran 34—35 derajat Celcius di siang hari. Ini yang namanya Ikut Memerangi Global Warming.
Tak cuma mendirikan taman, Pemerintah Kota Surabaya juga membuat aturan, yaitu satu jiwa satu pohon dan satu rumah tiga pohon. Jangan artikan "pohon" itu dengan suatu tumbuhan atau tanaman yang tingginya bermeter-meter dengan diameter sekian puluh sentimeter. Bukan itu. Setidaknya, pohon dimaksud berupa tanaman di pot yang diletakkan di halaman atau teras rumah. Nah, kita main kalkulasi simpel: jika jumlah warga Kota Surabaya ada empat juta jiwa, berarti terdapat empat juta pohon. Dan, jika ada satu juta rumah di Kota Surabaya, berarti ada tiga juta pohon lagi. Total ada tujuh juta pohon di Surabaya.
Setitik perjuangan Anti Global Warming dari Kota Surabaya dengan tujuh juta pohon. Masih kurang. Indonesia masih butuh lebih banyak lagi pohon. Ayo, kita tambahi berjuta-juta pohon, dari seluruh pelosok Indonesia. "Go Green Indonesia!".
Green World equals Healthy Body
Berikut ini adalah beberapa cara menyelamatkan bumi yang tidak hanya berpengaruh pada kelesterian hidup semata,tetapi juga memiliki manfaat yang baik untuk badan kita .
-Bercocok Tanam
Selain untuk penghijauan,kegiatan berikut ini juga sangat baik untuk kesehatan badan. Jiwa yang tenang seimbang dengan tubuh yang ideal. Gerakan menyiram,menanan dan memberi pupuk selama 5 menit bisa merampingkan tangan lho girls!
-Menyuci Piring
Jangan bingung dulu saat membaca ini bukan web household, tetapi percaya atau tidak kegiatan yg satu ini sangat bermanfaat untuk bumi kita. Gunakan peralatan makan yg tidak sekali pakai,dengan begini kita sudah mengurangi limbah plastik yang sulit dicerna.Jangan langsung bilang tidak praktis dan merepotkan ,karena gerakan mencuci piring bermanfaat untuk mengurangi lebih dari 50 kalori didalam tubuh.Dengan mencuci piring 3x sehari dalam sebulan dijamin deh badanmu langsung lebih ramping!
-I wanna ride my bike!
Choose bike rather than motoric vehicles! Selain tidak memproduksi poluttan,bersepeda juga bermanfaat untuk tubuh kita.Jantung sehat dan.. (ehem) badan yang lebih proporsional.
-Kurangi penggunaan Microwave
Selain memberikan kesempatan bernafas untuk bumi kita, microwave juga tidak baik untuk badan kita.Makanan yang sering dipanaskan dengan microwave memang tidak membuat kita menunggu lebih lama,tetapi hal ini membahayakan tubuh dikarenakan ultraviolet yang ikut terkonsumsi!
-No Plastic at My house!
Ayo,ayo sebarkan info ini.Kurangi penggunaan plastik dan cari produk yang lebih ramah lingkungan.Green product is so roc
go green INDONESIAKU...!!!!
Tuesday, February 23, 2010
GO GREEN INDONESIAKU
Subscribe to:
Posts (Atom)







