Showing posts with label petuah bijak. Show all posts
Showing posts with label petuah bijak. Show all posts

Friday, December 5, 2014

#Monkey D.Dragon (kata bijak)

  • Tidak akan ada kebahagiaan dalam dunia yang membuang semua hal yang mereka anggap tidak perlu”(Chapter 557)

Kata-kata Bijak OnePiece #Califa

Califa
  • >”Kalau kau tidak bisa memecahkan misteri ini,jangan harap kau akan menang”(Chapter 408)

Sunday, November 30, 2014

Kata2 Bijak Monkey D Luffy

Monkey D. Luffy

>”Aku sudah memutuskan akan melakukannya,jadi aku akan bertempur demi hal itu ,walaupun harus mati”(Chapter 2)
>”Tidak peduli sampah tetap saja sampah”(Chapter 4)
>”Ini adalah harta karunku(benda yang berharga)!!Tidak akan kubiarkan seorang pun merusaknya!!”(Chapter 18)
>”Kalau kalian berani menertawakan Usoop( seorang teman) kubunuh kalian!!”(Chapter 36)
>”Orang tak tahu balas budi sepertimu pantasnya ditendang saja”(Chapter 53)
>”Mati bukan cara untuk membalas budi,Hanya orang lemah yang memilih mati setelah diselamatkan oleh seseorang”(Chapter 59)
>”kau tidak akan bisa menghancurkannya,bendera dengan symbol tengkorak ini adalah lambang keyakinan”(Chapter 148)
>”Mereka yang tidak punya pendirian sendiri,tidak pantas menyentuh bendera tengkorak(Sesuatu) milik orang lain”(Chapter 131)
>”Berkata lah sesuka hatimu,biarpun harus mati,aku akan menolongmu!!”(Chapter 558)
>”Akan kulakukan apapun yang kubisa,mati tak apa,biarkan kau bertarung,kalau sekarang aku gagal bertarung dan gagal menyelamatkan Ace(Seseorang).Aku lebih baik mati saja(Chapter 568)

Friday, November 28, 2014

Kata-kata bijak OnePiece #Brook

  • >”Sebagai pria sejati,aku belajar untuk sabar menunggu waktu makan”(Chapter 444)
  • >”Umur panjang adalah kebahagian semua orang”(Chapter 444)
  • >”Saya tidak peduli meski saya hanya jadi bahan tonotnan!!Silahkan komentar sesuka kalian,Sebab tidak ada lagi kata :Seorang diri” dalam kamusku”(Chapter 596)
  • >”Semuanya akan baik-baik saja..semuanya akan baik-baik saja..Meskipun tidak berjalan lancar,Karena suatu hari nanti kita semua akan mati…Yeah!!Nah semuanya meski dalam kesusahan,ayo kita menyanyi agar happy…Come On!!”(Chapter 614)

Kata-Kata Bijak OnePiece #Boodle(Wali kota Orange)

  • >”Ada saatnya seorang lelaki tidak bisa mundur dari pertempuran”(Chapter 14)
  • >”Wali kota macam apa yang tidak bisa melindungi kotanya!!? Aku akan bertempur!!”(Chapter 14)
  • >”Apa gunanya penduduk kalau bukan untuk melindungi pemimpinnya”(Penduduk Kota Orange).(Chapter 18)
  • >”Bodoh beraninya dia berlaku kurang ajar pada orang yang lebih tua!!”(Chapter 21)

Kata-kata Bijak OnePiece #Boa Hancock

  • >"Tidak ada yang boleh mengetahui masa lalu kami!!Kami tidak akan memperlihatkan kelemahan meski harus membohongi negeri ini (Seseorang)!!(Chapter 521)
  • >”Cinta selalu datang bagai badai”(Chapter 570)

Friday, November 14, 2014

KAU INI BAGAIMANA ATA AKU HARUS BAGAIMANA


Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.
By.GusMus

Kau ini bagaimana..
Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau bilang bergeraklah Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana…
aku Kau suruh maju Aku mau maju kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana...
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana..

Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana...

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana...
Aku kau suruh membangun, Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, Aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku menggarap sawah, Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana...
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
kau suruh aku jujur, Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, Aku sabar kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah, Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana...

Kau bilang kritiklah, Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana..
Aku bilang terserah kau, Kau tak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana, Atau aku harus bagaimana...
1987

Monday, November 10, 2014

Refleksi Hari Pahlawan

Bisakah, Sudahkah kita menjadi pahlawan buat diri kita sendiri dan orang2 terdekat kita? #HariPahlawan

Saturday, October 4, 2014

THE 48 LAWS OF POWER Part.4

HUKUM 10
INFEKSI: HINDARILAH ORANG-ORANG YANG TIDAK BAHAGIA DAN SIAL
Anda bisa mati akibat kesengsaraan orang lain—kondisi emosional bersifat menular, sama seperti penyakit. Anda mungkin merasa menolong orang yang sedang tenggelam, tetapi Anda hanya mempercepat bencana Anda sendiri. Orang yang sial kadang menarik kesialan bagi diri mereka sendiri; mereka juga akan menarik kesialan kepada Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang bahagia dan berntung.

HUKUM 11
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN TETAP TERGANTUNG KEPADA ANDA
Untuk mempertahankan kebebasan Anda, Anda harus selalu dibutuhkan dan diinginkan. Semakin sering Anda dijadikan sAndaran, semakin besar kebebasan yang Anda miliki. Usahakan agar orang lain tergantung kepada Anda untuk merasa bahagia dan mencapai kemakmuran, maka Anda tidak perlu takut apa-apa. Jangan pernah ajari mereka cukup banyak pengetahuan supaya mereka bisa hidup tanpa Anda.

HUKUM 12
PERGUNAKAN KEJUJURAN DAN KEMURAHAN HATI SELEKTIF UNTUK MEMPERDAYA KORBAN ANDA
Satu tindakan tulus dan jujur akan menutupi lusinan tindakan tidak jujur. Bertindak jujur dan murah hati dengan hati terbuka pasti bisa meruntuhkan bahkan benteng orang-orang yang paling mudah curiga sekalipun. Setelah kejujuran selektif Anda membuka lubang pada baju zirah mereka, Anda bisa menipu dan memanipulasi mereka sesuka Anda. Sebuah hadiah yang diberikan tepat waktu ---seekor kuda Troya—akan bermanfaat juga bagi Anda.

Thursday, October 2, 2014

THE 48 LAWS OF POWER Part.3

HUKUM 7
MINTALAH ORANG LAIN BEKERJA KERAS BAGI ANDA, TETAPI SENANTIASALAH TERIMA PUJIAN ATAS KERJA KERAS MEREKA
Pergunakan kebijaksanaan, pengetahuan, dan riset orang lain untuk memajukan tujuan Anda sendiri. Bantuan semacam itu bukan hanya menghemat waktu dan energi Anda yang berharga, tetapi juga akan memberi Anda aura efisiensi dan kegesitan yang luar biasa. Pada akhirnya, para penolong Anda akan terlupakan dan Anda akan diingat. Jangan pernah lakukan sendiri apa yang bisa dilakukan orang lain untuk Anda.

HUKUM 8
USAHAKAN AGAR ORANG LAIN MENDATANGI ANDA—PERGUNAKAN UMPAN BILA PERLU
Ketika Anda memaksa orang lain bertindak, Andalah yang memegang kendali. Selalu lebih baik jika Anda menyuruh lawan Anda menghadang Anda sehingga dalam proses tersebut ia menelantarkan rencananya sendiri. Bujuk dia dengan keuntungan yang menakjubkan--- kemudian serang dia. Andalah yang memegang kartunya.

HUKUM 9
RAIHLAH KEMENANGAN LEWAT TINDAKAN ANDA, JANGAN PERNAH MENANG LEWAT PERDEBATAN
Kemenangan sesaat apa pun yang telah Anda peroleh lewat jalan perdebatan sesungguhnya merupakan kemenangan yang terlalu banyak memakan korban; kebencian dan niat buruk yang Anda bangkitkan lebih kuat dan lebih bertahan lama daripada perubahan pendapat sesaat apa pun. Jauh lebih baik bagi Anda untuk mempengaruhi orang lain untuk sepakat dengan Anda lewat tindakan Anda tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Demonstrasikan tindakan Anda dan jangan pengaruhi orang lain dengan memaparkan pendapat Anda

THE 48 LOWS OF POWER Part.2

HUKUM 4
SENANTIASALAH BICARA LEBIH SEDIKIT DARIPADA YANG DIPERLUKAN
Ketika Anda mencoba membuat orang lain terkesan dengan kata-kata Anda, semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, maka Anda tampak semakin biasa-biasa saja dan semakin kurang terkendali. Bahkan jika Anda mengucapkan sesuatu yang dangkal, ucapan itu pasti tampak orisinil jika Anda mengucapkannya dengan samar-samar, tanpa akhir yang jelas, dan jelimet. Orang-orang yang berkuasa membuat orang lain terkesan dan mengintimidasi mereka dengan lebih jarang bicara. Semakin banyak kata-kata yang Anda ucapkan, semakin besar kemungkinan bagi Anda untuk mengucapkan sesuatu yang konyol.

HUKUM 5
BEGITU BANYAK HAL TERGANTUNG DARI REPUTASI—JAGALAH REPUTASI ANDA DENGAN NYAWA ANDA
Reputasi adalah landasan kekuasaan. Melalui reputasi belaka Anda bisa mengintimidasi dan menang; namun demikian, sekali reputasi itu hilang, Anda menjadi rapuh dan pasti diserang dari segala sisi. Ciptakanlah reputasi yang tak bisa diserang. Senantiasalah bersikap waspada terhadap potensi serangan dan gagalkan mereka sebelum mereka muncul. Sementara itu, belajarlah untuk menghancurkan musuh Anda dengan menguak lubang-lubang reputasi mereka sendiri. Setelah itu menyingkirlah dan biarkan orang banyak menilai mereka.

HUKUM 6
CARILAH PERHATIAN BERAPA PUN HARGA YANG HARUS DIBAYAR
Segalanya dinilai berdasarkan penampilannya, apa yang tak terlihat tidak berarti sama sekali. Jangan penah biarkan diri Anda tersesat di tengah gerombolan massa atau terlupakan. Jadilah manusia yang menonjol, jadilah seseorang yang menarik perhatian berapa pun harga yang harus Anda bayar. Jadikan diri Anda magnet dengan tampak lebih besar, lebih berwarna-warni, dan lebih misterius daripada gerombolan massa yang membosankan dan pemalu.

Wednesday, October 1, 2014

THE 48 LAWS OF POWER Part.1

Lepas dari soal setuju atau tidak, faktanya, di dunia politik kekuasaan (bukan politik pelayanan!) ada semacam “hukum” yang dipegang teguh oleh para pemainnya. Mereka menggunakan “hukum kekuasaan” itu untuk meraih kekuasaan – dengan cara-cara yang legal, baik dipandang etis ataupun kurang etis. Tetapi itulah realitanya. Sekalipun kita tidak ingin mengikuti hukum tersebut, tetapi kalau kita tidak ingin diperalat atau menjadi korban kekuasaan, kita mesti tahu 48 hukum kekuasaan ini. Robert Greene memilih 48 hukum kekuasaan ini dari sejarah panjang perilaku kekuasaan, sejak zaman Yunani dan China kuno, sampai zaman modern.

HUKUM 1
JANGAN PERNAH TERLIHAT LEBIH BAIK DARI ATASAN ANDA
Senantiasalah buat atasan Anda merasa superior. Walaupun Anda ingin menyenangkan hati mereka atau membuat mereka merasa terkesan, jangan terlalu berlebihan dalam menunjukkan bakat-bakat Anda, jika tidak Anda hanya akan berhasil memancing reaksi sebaliknya---memancing perasaan takut dan perasaan tidak aman mereka. Buatlah atasan Anda tampak lebih brilian daripada sesungguhnya, maka Anda akan memperoleh kekuasaan terbesar

Ketika malam dimulai, Fouquet berada di puncak dunia. Pada saat malam berakhir, ia berada di dasar dunia. VOLTAIRE, 1694-1778

Imej: Bintang-bintang di langit. Hanya boleh ada satu matahari saja pada suatu periode waktu. Jangan pernah halangi sinar matahari atau menandingi kecemerlangannya; sebaliknya, memudarlah di langit dan temukan beragam cara untuk meningkatkan kecemerlangan sinar bintang atasan anda.

HUKUM 2
JANGAN PERNAH TERLALU MEMPERCAYAI TEMAN, TETAPI PELAJARILAH CARA MEMANFAATKAN MUSUH
Waspadalah terhadap teman-teman Anda—mereka bisa lebih cepat mengkhianati Anda, karena mereka mudah merasa iri. Mereka juga sering menjadi manja dan lalim. Tetapi pekerjakanlah seorang mantan musuh Anda, maka ia akan lebih setia daripada teman Anda, karena ia memiliki lebih banyak alasan untuk membuktikan dirinya. Sesungguhnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda takuti dari teman Anda daripada musuh Anda. Jika Anda tidak punya musuh, carilah cara untuk menciptakan musuh.

Jika anda ingin memiliki seorang musuh yang baik, pilihlah seorang teman: Dia tahu di mana dia harus menyerang anda. DIANE DE POIIERS, 1499-1566, KEKASIH GELAP HENRI II DARI PRANCIS Setiap kali aku menganugerahkan suatu jabatan kepada seseorang, aku menyebabkan seratus orang tidak puas dan membuat seseorang tidak tahu berterima kasih. LOUIS XIV, 1638-1715

HUKUM 3
SEMBUNYIKAN NIAT ANDA
Jagalah agar orang lain tetap kaget dan tidak tahu apa-apa dengan tidak pernah mengutarakan tujuan di balik tindakan Anda. Jika mereka tidak tahu apa yang sedang Anda rencanakan, mereka tak bisa mempersiapkan pembelaan diri. Bimbinglah mereka cukup jauh di jalan yang salah, lingkupi mereka dengan kebimbangan yang cukup pekat, maka pada saat mereka menyadari niat Anda, segalanya pasti sudah terlambat.

Bersambung.....

Sumber: Greene,Robert:The 48 Laws of Power.terj. Amelia L. 2007. Karisma publishing group

Tuesday, September 23, 2014

MAKNA TEMBANG LIR-ILIR

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
Penekna belimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna
Kanggo mbasuh dodod iro
Dodod iro, dodod iro
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana, jlumatana
Kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak ’a, surak “hiyoo”

Makna :
Lir ilir... lir ilir... tandure wus sumilir :
Sayup-sayup bangun (dari tidur), tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Bagaikan
tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima
petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar :
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Hijau adalah simbol warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati
siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya. Ada juga penafsiran yang mengatakan
bahwa pengantin baru maksudnya adalah raja2 jawa yang baru masuk Islam.

Cah angon... cah angon... penekna blimbing kuwi :
Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol
dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan untuk memberi contoh kepada
rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodotira :
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
Dengan kalimat ini Sunan memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima
rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga
kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan
sembarang pakaian biasa

Dodotira... dodotira... kumitir bedah ing pinggir :
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan
beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore :
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja.
Disini Sunan memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara
menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane :
Selagi sedang terang rembulannya, selagi sedang banyak waktu luang
Selagi masih banyak waktu, selagi masih banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah.

Yo surako surak hiyo :
Mari bersorak-sorak ayo...
Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Tuhan. Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira
Dikutip dari lagu makna lir-ilir kiyai kanjeng dan caknun

Monday, September 22, 2014

MANFAAT SHALAT TAHAJUDD

Shalat dalam Islam tidak saja memberikan implikasi kuat terhadap kantong rohani seseorang yang terefleksikan melalui ketenangan hati, ketentraman jiwa, sikap optimisme dan keyakinan diri dalam menjalankan roda kehidupan ini. Akan tetapi, tak kalah pentingnya pula, bahwa ibadah memberikan implikasi kuat terhadap ketahanan fisik atau kekebalan tubuh dari berbagai penyakit. Terdapat dua unsur yang mendukung efek kesehatan tubuh dalam shalat, seperti unsur penetapan waktu, unsur gerakan-gerakan shalat dan unsur bacaan shalat yang mengeluarkan genderang kuat. Jikalau ketiga unsur ini dikerjakan secara sempurna sesuai dengan tuntunan Nabi s.a.w., secara ikhlas dan fokus atau khusyu’ maka seorang muslim akan merasakan manfaat kesehatan badan sepanjang waktu.

Salah satu shalat yang ingin kami angkat dalam kesempatan ini adalah shalat Tahajjud. Allah s.w.t. berfirman dalam Qs. Al Isra’: 179:

ﻣﻦ و ﻣﺤﻤﻮدا ﻣﻘﺎﻣﺎ رﺑﻚ

اﻟﻠﻴﻞ

ﻓﺘﻬﺠﺪ

ﻧﺎﻓﻠﺔ ﺑﻪ

ﻟﻚ

ﻋﺴﻰ

أن

ﻳﺒﻌﺜﻚ

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (Qs. Al Isra: 179)

Satu hal yang istimewa dalam shalat Tahajjud, bahwa satu-satunya shalat sunnah yang perintahnya terdapat langsung dalam Al Qur’an adalah Tahajjud. Hal ini mengisyaratkan kedudukan tinggi yang memiliki derajat yang hampir setara dengan shalat wajib, bahkan Rasulullah s.a.w. sendiri menegaskan bahwa jikalau tidak memberatkan umat Islam niscaya beliau mewajibkan umatnya mengerjakan shalat tahajjud. Selain itu pula, perintah tersebut mengisyaratkan banyaknya rahasia-rahasia ilahi yang tersimpan dalam “peti” shalat tahajjud ini berupa hikmah dan manfaat bagi pelakunya. Banyak hadits-hadits shahih, mutiara-mutiara alim ulama dan pengalaman spritual yang membuktikan kebenaran keutamaan shalat yang dikerjakan di sepertiga malam terakhir ini, bahkan kalangan medis pun turut serta mengadakan riset ilmiah manfaat tahajjud dari sisi medis.

Salah satunya adalah Drs. KH. Ibnu Hajar dalam bukunya “Kiat Sehat Alami Tanpa Obat” menjelaskan bahwa shalat Tahajjud dapat mencegah terhadap kebekuan lemak tubuh. Menurutnya bahwa cuaca pada malam hari biasanya dingin/lembab, banyak lemak jenuh yang melapisi syaraf kita menjadi beku. Sehingga kalau system pemanas tubuh tidak diaktifkan maka syaraf menjadi kedinginan, bahkan cholesterol dan asam urat berubah menjadi pengkapuran. Sehingga ketika seseorang mengerjakan shalat Tahajjud secara tidak langsung ia mengaktifkan system pemanas tubuh untuk menghentikan pembekuan lemak.

Selain itu pula, shalat tahajjud dapat mencegah penyakit paru-paru basah. Karena saluran kelebihan uap air dan paru-paru ke ginjal yang ada dibagian belakang tubuh kita kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat badan kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat.

Subhanallah, Maha Besar Allah yang telah menitipkan manfaat medis dalam pengabdian kepada-Nya, begitu besar fungsi proteksi Tahajjud terhadap tubuh manusia dari segala penyakit, khususnya di era modern ini yang menawarkan menu-menu makanan fast food (siap saji) yang justru amat rentan dengan penyakit, dan fasilitas-fasilitas kendaraan yang menjadikan seseorang memanjakan tubuhnya dari melakukan gerakan-gerakan yang mengaktifkan system pemanas tubuh.

Suatu hal yang menarik pula untuk direnungkan, dr. Mohammad Saleh salah satu dosen IAIN Surabaya telah melakukan riset tentang shalat tahajjud ini. menurutnya bahwa shalat sunnah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi penyakit kanker.

Tidak percaya? Cobalah anda rajin-rajin shalat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker. Dalam sebuah desertasinya yang berjudul “Pengaruh shalat tahajjud terhadap peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imonologik: Sautu pendekatan siko-neuroimonologi”, ia mengungkapkan bahwa shalat tahajud dapat menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonolog) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfositnya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. Shalat Tahajjud yang dimaksudkan shalat bukan sekedar menggugurkan status shalat yang muakkadah itu, namun lebih dititik beratkan pada sisi rutinitas shalat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.

Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. Parameternya, bisa diukur dengan kondisi tubuh.

Penemuan DR. Shaleh ini melalui penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim pondok pesantren Hidayatullah Surabaya, mereka semua diperintahkan untuk melakukan shalat tahajjud setiap malam. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan shalat Tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajjud selama dua tahun. shalat dimulai pukul 02.00-3.30 sebanyak 11 rakaat, masing-masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Kemudian, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium. Hasilnya ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin tahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud.

Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemamuan individual untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. Jadi shalat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress.

Orang yang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan shalat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker.

Dengan demikian, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan bahwa shalat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik. “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugerah yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Kesimpulan dari uraian ini, bahwa shalat tahajjud tidak hanya memiliki implikasi terhadap nilai spritual saja, namun tak kalah pentingnya, tahajjud memiliki fungsi proteksi yang mencegah pelakunya dari berbagai penyakit seperti Kanker, infeksi, paru-paru basah dan kebekuan lemah. Inilah refleksi maqamaam mahmuda (derajat mulia) yang Allah berikan kepada orang-orang yang gemar mengerjakan shalat tahajjud, sehat secara lahir dan sehat secara bathin. Semoga Allah s.w.t. senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya untuk melakukan pengabdian diri secara totalitas. Amin

Kata-kata bijak septemberr

1. Tidak harus jadi unggulan tapi yang terpenting jadilah andalan.
2. Yen ngerti bener kudu wani bener, Yen ngerti becik kudu wani becik.
3. Walaupun tidak ingin punya musuh, tapi saya rasa musuh yg jelas dan tegas lebih baik dari pada teman setenga-setengah dan oportunisi
4. GUDU MOJU SI TO SUBA RI JOU SI TO NONAKO (AKU SEMBAH PADA TUHAN KARENA AKU KENAL)
5. PUncak rasa kangen paling dahsyat adalah dimana dua orang tidak saling telponan,smsan,bbman, tapi diam-diam keduanya saling mendoakan #jiwo

Sunday, August 24, 2014

Kata-kata bijak om Mario teguh

kata bijak Motivasi Mario TeguhTerbaru 2014 :
1. Malas dan suka menunda akanmenjauhkan pendidikan dankesejahteraan, danmemperpanjang masa lajang.
2. Janganlah nilai orang dari masalalunya sebab kita semua sudahtak hidup di sana. Semua orangdapat berubah, biarkanlahmereka membuktikannya.
3. Menerima apa adanya saatkekurangan, bisa menyebabkanpenyesalan yang pedih saat kitaberkelebihan. Maka memilihlahdengan mempertimbangkanmasa depan yang lebih baik.
4. Kadang Anda harus membuatkeputusan untuk mengalah,atau Anda akan kehilangan diayang Anda cinta hanya karenaAnda keras kepala.
5. Menerima apa adanya saatkekurangan, bisa menyebabkanpenyesalan yang pedih saat kitaberkelebihan. Maka memilihlahdengan mempertimbangkanmasa depan yang lebih baik.
6. Yang optimis akan mengatakanTerima kasih, akan saya coba.namun yang pesimis akanberkata Ah, tak semudah itu.
7. Cinta yang jauh dan jarangbertemu akan digantikan olehcinta yang dekat dan akrab.
8. Janganlah sedih jika sekarangmasih dipandang sebelah mata,buktikanlah kalau anda layakuntuk mendapatkan keduamatanya.
9. Mencintai orang yang Andapercayai, lebih mudah daripadamempercayai orang yang Andacintai.
10. Tuhan, damaikanlah hati inidengan keyakinan bahwakesulitanku hanya sementaradan penyelamatanku sudahdekat.
11. Tinggi, besar dan keren semasasekolah memang berpengaruh.
12. Tapi di masa dewasa suksesmulebih penting.
13. Rendahkan hatimu di depanTuhan dan sesama, Maka Tuhanakan meninggikanmu melebihidari yang kamu pikirkan dandoakan.
14. Mulailah keberhasilan Andadari mana pun Anda berada.Buanglah lamunan yang hanyamenjauhkan Anda darikenyataan. Bertindaklah. Tidakakan ada perubahan tanpatindakan.
15. Jika anda bertemu denganorang yang lebih baik darianda, arahkan pikiran untukmenjadi serupa dengannya.

Kata-kata Maiyah Mocopat syafaat


1. Kalau hati bagai danau, maka danau itu perlu tenang untuk merasakan tetesan air (sabrang)
2. Sejatine ora ana apa-apa kejaba dudu
3. Kalau banyak jalan menuju roma, pasti lebih banyak lagi alan menuju Tuhan (sabrang)
4. Ojo rumongso biso, nanging bisoo rumongso (maiyah)
5. Sejatinnya bahwa tidak di kabulkannya doa adalah tidak dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buatmu (muzamil;sufi)
6. Tidak diabulkan itu adalah dikabulkan
7. rumus untuk dikabulkan doa, adalah ikhlaskan untuk tidak diterimanya doa (sabrang)
8. Ojo keburu waktu, nanging ojo turu lan gumuyu (maiyah)
9. jangan pengen jadi aPa2 tapi mintalah apa yang dikehendaki Allah.
10. Tidak ada petunjuk  itu adalah petunjuk...
11. Ketika sedang gundah, maka baliklah kamu ke asalmu.. ingat doa ortu dri namamu
12. Rubah energi kesedihan jadi energi positif untuk pemicu semangat
Mocopat Syafaat 17 Agustus 2014

Friday, August 15, 2014

AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA


Pengertian Akulturasi adalah pencampuran antara dua budaya atau lebih yang saling mempengaruhi. Ataupun dapat diartikan sebagai sebuah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu.


Pengertian budaya adalah pikiran, hasil maupun akal budi. Namun kebudayaan itu sendiri dapat diartikan sebuah kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus oleh sekelompok orang dan tidak berubah.

Pengertian Islam adalah agama yang diturunkan Oleh Allah SWT kepaa nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia.

Dalam hal ini islam diartikan sebuah budaya dari bangsa arab yang memiliki beberapa ritual-ritual yang dilakukan secara continue atau terus menerus. Sehingga Akulturasi islam dan budaya yaitu sebuah pencampuran antara budaya yang dibawa oleh Islam dengan budaya yang telah ada pada suatu daerah, dalam hal ini budaya local di Indonesia. 

Kehadiran Islam ke nusantara tidak lepas dari nuansa, dimana Islam itu lahir. Sungguhpun demikian, ia mampu beradaptasi dengan kebudayaan lokal, dimana Islam itu datang. Proses persenyawaan keislaman dengan kenusantaraan, menjadikan Islam yang ada di nusantara ini, mudah diterima oleh masyarakat. Tidak ada resistensi; yang ada adalah penyambutan. Sungguhpun ada modifikasi, itu tidak lebih pada injeksi nilai-nilai keislaman dalam tradisi yang telah ada.

Dalam perkembangannya, Islam nusantara dengan wataknya yang moderat dan apresiatif terhadap budaya lokal, serta memihak warga setempat dalam menghadapi tantangan, menyebabkan Islam mudah diterima sebagai agama baru.Bukti nyata dari proses persenyawaan antara Islam dan budaya lokal dalam bidang seni dapat ditemukan dalam bentuk karya Babad, hikayat, lontara, sastra suluk, mitologi, qasidah rebana, gambus dan lain sebagainya. Kemudian dari segi bentuk arsitektur bangunan-bangunan atap masjid Demak yang berlapis sembilan “dari Meru” pra Islam, kemudian diganti oleh Sunan Kalijaga menjadi tiga yang melambangkan Iman, Islam, dan Ihsan. Budaya selamatan, Maulid Nabi, Yasinan, Sekaten. Nyadran.

Sehingga tidak lain akulturasi islam terhadap budaya itu adalah sebagai langkah untuk dakwah supaya islam dapat diterima dengan baik.

sumber :http://on.fb.me/1mPINCc

Tujuh Puluh Masalah Seputar Puasa

Indonesia – Indonesian ]

Muhammad Shaleh al-Munajid

Terjemah : Syafar Abu Difa

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Tujuh Puluh Masalah Seputar Puasa

Segala puji bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan

kepada-Nya. Dan kami juga meminta perlindungan-Nya dari keburukan jiwajiwa kami serta keburukan perbuatan kami. Siapa yang Allah tunjuki, tidak ada

yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada yang

dapat menunjukinya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah

semata yang tidak memiliki sekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad

adalah hamba dan rasul-Nya.

Adapun selanjutnya:

Sesungguhnya Allah telah mengaruniakan hamba-hamba-Nya dengan musimmusim kebaikan. Pada musim-musim itu kebaikan dilipat gandakan, dosa-dosa

dihapuskan dan derajat diangkat. Yang teragung dari musim-musim itu adalah

bulan Ramadhan, yang telah Allah wajibkan kepada hamba-Nya berpuasa,

untuk memotivasi dan mengarahkan mereka agar bersyukur atas perintah-Nya.

Karena ibadah ini agung, sudah semestinya kaum muslimin mempelajari

hukum-hukum yang berkenaan dengan bulan puasa ini.

Risalah ini mengandung inti sari dari hukum-hukum puasa, adab-adab dan

sunnah-sunnahnya.

Pengertian puasa

1. Definisi secara bahasa (etimologi): menahan.

Definisi secara syar'i (terminologi): menahan diri dari hal-hal yang

membatalkan puasa sejak terbitnya fajar kedua

hingga tenggelam matahari disertai dengan niat.

Hukum puasa

2. Umat telah Ijma (berkonsensus) bahwa puasa Ramadhan hukumnya fardhu

(wajib). Siapa yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa Ramadhan

tanpa uzur, berarti dia telah melakukan dosa yang sangat besar. ٤

Keutamaan puasa

3. Di antara keutamaan puasa ialah ibadah ini telah Allah khususkan untuk

diri-Nya sendiri dan Dia-lah yang langsung mengganjarnya, sehingga pahala

puasa tak terhitung lipat gandanya, doa orang yang berpuasa tidak ditolak,

orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, puasa memberi syafaat

pada pengamalnya di hari kiamat, bau mulut orang yang berpuasa lebih

baik di sisi Allah daripada bau minyak misk, puasa adalah tameng dan

benteng yang kuat dari api neraka, siapa yang puasa sehari dijalan Allah,

akan Allah jauhkan wajahnya dengan sehari itu dari api neraka sejauh 70

tahun. Serta di surga ada pintu yang dinamakan dengan ar-Royyan yang

tidak dimasuki selain orang yang puasa.

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam. Al-Quran Diturunkan

pada bulan ini, padanya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Jika masuk bulan Ramadhan dibukalah pintu surga dan ditutuplah pintu

neraka, setan-setan dibelenggu dan puasa di bulan ini menyamai puasa

selama sepuluh bulan.

Di antara faedah puasa

4. Pada puasa terdapat banyak hikmah dan faedah yang kesemuanya berporos

pada takwa. Puasa menundukkan setan, memecah hawa nafsu, menjaga

anggota tubuh, mendidik keinginan untuk menjauhi hawa nafsu dan

kemaksiatan, membiasakan taat pada peraturan, menepati janji dan

mempertunjukkan persatuan umat Islam.

Adab-adab puasa dan sunnah-sunnahnya

5. Ada yang wajib dan ada pula yang mustahab (disukai). Diantaranya:

- Makan sahur dan mengakhirkannya.

- Menyegerakan berbuka, sebagaimana sabda Rasulullah -shalallah alaihi

wasalam-,

"Manusia senantiasa dalam keadaan baik selama menyegerakan berbuka

puasa."

[HR. Al-Bukhari no. 1957, Muslim no.2608, at-Turmudzi no.703]

Nabi shalallahu alaihi wasalam berbuka dengan buah kurma muda

sebelum shalat magrib, jika tidak ada dengan kurma masak, jika tidak

ada beliau minum beberapa teguk air, dan berkata setelah iftornya: ٥



"Hilang rasa dahaga, urat-urat kembali basah dan pahala ditetapkan

dengan kehendak Allah."

[HR. Abu Dawud no.2357, an-Nasai 1/66, al-Hâkim 1/422 dan

dihasankan oleh al-Albani dalam Irwa al-Ghalil]

- Menjauhi rofast, yaitu perbuatan maksiat.

Di antara yang menghilangkan pahala kebaikan dan mendatangkan

kejelekan adalah menyibukkan diri dengan permainan puzzles (game),

menonton sinetron, film, lomba-lomba, menghadiri majelis sia-sia dan

duduk-duduk (nongkrong) di jalan.

- Hendaknya tidak memperbanyak makan. Sebagaimana hadits:


"Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk

daripada perutnya."

[HR. Ahmad 17649]

- Bersedekah dengan ilmu, harta, kedudukan, tenaga dan akhlak. Nabi

shalallah alaihi wasalam adalah orang yang paling dermawan dengan

kebaikan, terlebih lagi di bulan Ramadhan.

Perkara-perkara yang semestinya dilakukan pada bulan yang agung ini

Mempersiapkan suasana dan diri untuk ibadah, bersegera bertaubat dan

kembali kepada Allah. Merasa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan,

menyempurnakan puasa, khusyuk ketika shalat tarawih, tidak futur (melemah)

pada sepuluh hari pertengahan, berusaha mendapatkan malam lailatul qodar,

bersedekah dan beri'tikaf.

Tidak mengapa mempersiapkan diri dengan masuknya bulan Ramadhan. Nabi

shalallah alaihi wasalam dahulu memberi kabar gembira kepada para

sahabatnya akan datangnya Ramadhan dan memotivasi mereka untuk

bersungguh-sungguh di dalamnya.

Di antara hukum-hukum puasa

6. Dalam ibadah puasa ada puasa yang harus dilakukan secara tatabu'

(berurutan), seperti: pusa Ramadhan, puasa kafarah qotlul khata’ (penebus

dosa pembunuhan yang tidak disengaja), puasa kafarah zhihar (penebus

dosa menyerupakan istri dengan ibu), kafarah jima (penebus dosa

berhubungan badan) di siang Ramadhan dan yang lainnya. ٦

Ada pula puasa yang tidak mengharuskan tatabu' (berurutan) seperti qodho

(mengganti) puasa Ramadhan, puasa 10 hari bagi yang berhaji ketika tidak

memiliki hadyi (hewan sembelihan) dan yang lainnya.

7. Puasa tatawu' (sunah) menutupi kekurangan puasa wajib.

8. Terdapat larangan menyendirikan puasa hari Jumat dan hari Sabtu yang

bukan puasa wajib. Dilarang juga berpuasa sebulan penuh di luar

Ramadhan dan puasa wishol (menyambung puasa pada malam harinya).

Diharamkan puasa pada dua hari raya dan hari tasyrik ( tanggal 11-13

Zulhijah, kecuali bagi jamaah haji yang tidak memiliki hewan sembelihan

untuk bayar hadyu -pent).

Penetapan masuknya bulan Ramadhan

9. Masuknya bulan Ramadhan ditetapkan dengan melihat hilal (bulan baru)

atau menyempurnakan bilangan hari di bulan Syaban menjadi 30 hari.

Adapun menentukan masuknya bulan dengan hisab (penghitungan) tidaklah

sunah.

Siapa yang diwajibkan berpuasa?

10. Puasa diwajibkan atas setiap muslim, balig, berakal, mukim, mampu, tidak

terdapat penghalang seperti haid dan nifas (bagi wanita).

11. Anak kecil yang berumur 7 tahun diperintahkan jika mampu. Sebagian

ulama menyebutkan bahwa yang berumur lebih dari sepuluh tahun dipukul

jika meninggalkannya sebagaimana halnya shalat.

12. Jika orang kafir masuk Islam, anak kecil menjadi balig, orang gila sembuh

di siang Ramadhan, mereka diharuskan menahan diri dari apa-apa yang

membatalkan puasa sampai matahari tenggelam, tetapi tidak diharuskan

mengganti puasa hari itu dan hari-hari sebelumnya.

13. Orang gila tidak diwajibkan berpuasa. Jika sesekali sadar kemudian kumat

lagi, dia harus berpuasa saat sadarnya, sama halnya dengan orang yang

pingsan.

14. Siapa yang meninggal di pertengahan bulan Ramadhan, tidak ada

kewajiban baginya atau keluarganya memuasai sisa hari setelahnya.

15. Siapa yang tidak tahu hukum wajibnya puasa Ramadhan, atau tidak tahu

haramnya makan atau berjima (bersetubuh) di siang Ramadhan, Jumhur

Ulama (kebanyakan ulama) menganggapnya sebagai uzur, itu pun bila sebab

kebodohan/ketidaktahuannya memang dapat dimaklumi (tinggal di

pedalaman misalnya–pent). Adapun orang yang tinggal di tengah-tengah

kaum muslimin dan sangat mungkin baginya bertanya dan belajar, maka

tidak ada uzur baginya. ٧

Puasa musafir (orang yang bepergian)

16. Syarat untuk dapat berbuka puasa ketika safar (bepergian) adalah

perjalanannya haruslah perjalanan jauh atau urf (dinilai oleh keumuman

masyarakatnya sebagai safar) dan telah melampaui negerinya serta

bangunan-bangunannya. Safarnya pun bukan safar maksiat (menurut

Jumhur Ulama) dan bukan memaksudkan muslihat untuk tidak puasa.

17. Orang yang sedang safar (bepergian), boleh berbuka dengan kesepakatan

umat. Baik ia mampu berpuasa ataupun tidak. Baik puasa memberatkan

baginya ataupun tidak.

18. Siapa yang berazam ingin bersafar pada bulan Ramadhan, tidak boleh

berniat untuk berbuka hingga mulai bersafar. Tidak pula berbuka

(membatalkan puasanya) kecuali setelah keluar atau meninggalkan

bangunan-bangunan kampungnya.

19. Jika matahari tenggelam dan berbuka di daratan, kemudian pesawat lepas

landas (take off) sehingga melihat matahari, dia tidak diharuskan imsak

(berpuasa), karena dia telah menyempurnakan puasanya hari itu.

20. Siapa yang sampai ke suatu negeri dan berniat tinggal di tempat itu lebih

dari 4 hari, wajib baginya berpuasa menurut Jumhur Ulama.

21. Siapa yang memulai puasa dan dia mukim, kemudian bersafar di siang

hari, boleh baginya berbuka.

22. Boleh berbuka bagi mereka yang kebiasaannya melakukan perjalanan jika

memiliki negeri yang dijadikan tempat tinggal tetap, seperti: petugas pos,

supir mobil sewa, awak pesawat dan para pegawai. Sekalipun safar

(perjalanan) mereka setiap hari. Wajib bagi mereka mengqodho (mengganti

puasa yang ditinggal). Demikian pula para pelaut yang memiliki tempat

tinggal di darat.

23. Jika musafir tiba di tempat tujuan siang hari, lebih terjaga jika dia imsak

(menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang ketika

berpuasa) sebagai penghormatan terhadap bulan Ramadhan. Tetapi wajib

baginya mengqodho (mengganti), baik ia imsak ataupun tidak.

24. Jika mulai puasa di negerinya, kemudian bersafar ke negeri lain yang

puasanya dimulai sebelum atau sesudahnya, maka hukumnya mengikuti

negeri yang dia datangi.

Puasa orang yang sakit

25. Setiap penyakit yang menyebabkan seseorang keluar dari batas sehat boleh

berbuka puasa. Adapun sesuatu yang ringan seperti pilek atau sakit kepala,

tidak boleh berbuka karenanya. Jika menurut dokter atau dia mengetahui

dan amat yakin jika berpuasa justru akan menyebabkan sakit atau

memperparah penyakitnya atau menunda kesembuhan penyakitnya, boleh

baginya berbuka, bahkan makruh baginya berpuasa ٨

26. Jika puasa dapat menyebabkan pingsan, boleh berbuka dan wajib

menggantinya. Jika tersadar sebelum matahari tenggelam atau setelahnya,

maka puasanya sah jika pagi harinya dia berpuasa. Jika pingsannya sejak

fajar sampai magrib, Jumhur Ulama berpendapat puasanya tidak sah.

Sedangkan qodho (mengganti puasa) bagi yang pingsan, menurut Jumhur

Ulama adalah wajib, sekalipun pingsannya berlangsung lama.

27. Bila lapar dan haus yang sangat membuatnya kelelahan dan dikhawatirkan

dapat membinasakan atau merusak indranya secara yakin, bukan wahm

(dugaan), maka boleh berbuka, dan ia harus mengganti puasanya. Pekerja

berat tidak boleh berbuka, kecuali jika puasa memudaratkan aktifitasnya

dan dikhawatirkan akan membahayakan dirinya, ia boleh berbuka dan

mengganti puasanya. Ujian sekolah bukanlah uzur yang dibolehkan untuk

berbuka.

28. Penyakit yang dapat sembuh, ditunggu kesembuhannya kemudian

mengqhodo (mengganti puasanya). Tidak boleh diganti dengan ith'âm

(memberi makan). Bila penyakitnya kronis dan sulit sembuh, demikian

pula orang tua yang sudah lemah, mengganti puasanya dengan memberi

makan orang miskin setiap harinya setengah sho' (kurang lebih 1-1,5 kg )

dari makanan pokok negerinya.

29. Siapa yang sakit kemudian sembuh dan mampu berpuasa tetapi tidak

mengqodho (mengganti puasa yang tertinggal semasa sakit) hingga

meninggal dunia, menggantinya dengan memberi makan satu orang

miskin dari hari yang tidak dipuasainya yang dikeluarkan dari hartanya.

Jika salah seorang dari keluarganya berkenan berpuasa untuknya hal itu

sah.

Puasa orang tua, lemah dan pikun

30. Orang tua yang sudah hilang kekuatannya tidak diharuskan berpuasa. Ia

boleh berbuka jika puasa membebani dan memberatkannya. Adapun yang

sudah tidak bisa membedakan dan sampai pada batasan pikun, tidak wajib

baginya atau keluarganya sesuatu pun karena sudah tidak ada kewajiban

atasnya.

31. Siapa yang memerangi dan mengepung musuh di negerinya dan puasa

membuatnya lemah dalam berperang, boleh baginya berbuka sekalipun

tanpa safar. Jika berbuka dibutuhkan sebelum perang, dia boleh berbuka.

32. Jika sebab berbukanya lahiriah, seperti sakit, tidak mengapa berbuka

terang-terangan. Siapa yang sebab berbukanya tidak lahiriah seperti haid,

yang utama baginya berbuka dengan tidak terang-terangan, menghindari

tuduhan/prasangka. ٩

Niat puasa

33. Disyaratkan niat dalam puasa fardhu. Demikian pula puasa wajib, seperti:

qodho (mengganti) dan kafarah (penebusan dosa). Niat boleh dilakukan di

bagian malam manapun sekalipun sesaat sebelum fajar.

Niatnya adalah mengazamkan hati untuk berbuat. Adapun melafalkannya

adalah bid'ah. Orang yang berpuasa Ramadhan tidak butuh memperbaharui

niat di setiap malam dari malam-malam Ramadhan. Cukup meniatkannya

ketika masuk awal bulan.

34. Nafilah mutlak (sunah yang tidak terikat waktunya) tidak disyaratkan niat

di malam harinya. Sedangkan nafilah mu'ayyan (sunah yang terikat

waktunya) yang lebih hati-hati meniatkannya sejak malam hari.

35. Siapa yang disyari'atkan untuk berpuasa wajib seperti qodho, nazar dan

kafarah haruslah menyempurnakannya. Tidak boleh berbuka tanpa uzur.

Adapun puasa nafilah/sunah, pengamalnya memerintah dirinya sendiri, jika

berkehendak dapat berpuasa atau berbuka, sekalipun tanpa uzur.

36. Bagi seseorang yang tidak tahu akan masuknya bulan Ramadhan kecuali

setelah terbit fajar, diharuskan imsak (menahan diri dari apa-apa yang

membatalkan puasa) di hari itu. Dia harus mengqodho (mengganti) menurut

Jumhur Ulama).

37. Orang yang di penjara atau dalam tahanan, jika menyaksikan masuknya

bulan Ramadhan atau mengetahui dari pemberitaan orang yang tepercaya,

wajib atasnya berpuasa. Jika tidak, dia boleh berijtihad untuk dirinya

sendiri (menentukan awal bulan Ramadhan) dan beramal dengan perkiraan

kuatnya.

Ifthor (berbuka) dan imsak (menahan)

38. Jika seluruh lingkaran matahari telah tenggelam, orang yang puasa

berbuka. Jangan pedulikan akan adanya cahaya merah yang tersisa di

langit.

39. Jika terbit fajar, wajib bagi orang yang berpuasa untuk imsak (menahan)

seketika itu juga, sama saja apakah ia telah mendengar azan ataupun tidak.

Adapun berhati-hati dengan imsak (menahan) sebelum fajar dalam waktu

tertentu seperti 10 menit atau yang sepertinya itu adalah bid'ah.

40. Negeri yang malam dan siangnya 24 jam, bagi kaum muslimin di sana wajib

untuk berpuasa sekalipun siangnya panjang. ١٠

Pembatal puasa

41. Pembatal puasa (selain haid dan nifas) tidaklah membatalkan kecuali

dengan 3 syarat:

Dia melakukannya dengan pengetahuan bukan karena jahil, ingat dan tidak

lupa, sadar dan tidak terpaksa atau dipaksa.

Di antara pembatal itu adalah: jima (bersetubuh), menyengaja muntah,

haid/nifas, dibekam, makan dan minum.

42. Di antara pembatal puasa ada yang semakna dengan makan dan minum,

seperti: obat-obatan dan tablet melalui oral (mulut), injeksi/infus makanan

dan transfusi darah.

Sedangkan suntikan yang tidak mengandung unsur makanan dan

minuman, hanya sekedar pengobatan, tidaklah membatalkan pusa. Cuci

darah tidak membatalkan puasa. Pendapat kuat mengenai suntik biasa,

tetes mata dan telinga, cabut gigi dan pengobatan luka, semua itu tidaklah

membatalkan. Spray penyakit asma juga tidak membatalkan. Periksa darah

tidak membatalkan puasa. Obat kumur tidak membatalkan puasa selama

tidak ditelan. Pembiusan ketika pengobatan gigi dan rasanya masuk sampai

ditenggorokan tidak membatalkan puasanya.

43. Siapa yang sengaja makan atau minum pada siang Ramadhan tanpa uzur,

maka dia telah melakukan dosa besar. Wajib bertobat dan mengganti

puasanya.

44. Jika lupa makan atau minum, hendaknya meneruskan puasanya, karena

sesungguhnya Allahlah yang telah memberinya makan dan minum. Jika

melihat orang lain yang makan dan minum karena lupa hendaklah

mengingatkannya.

45. Jika dia perlu berbuka demi menolong orang yang dalam bahaya, boleh

baginya berbuka dan mengganti puasanya.

46. Siapa yang diwajibkan berpuasa, kemudian berjima (bersetubuh) di siang

Ramadhan dengan sengaja dan sadar, maka dia telah merusak puasanya,

wajib bertobat dan menyempurnakan puasanya hari itu. Dia juga harus

mengqodho dan menunaikan kafarah mugholazoh1

Demikian juga yang .

melakukan zina, sodomi, atau bersetubuh dengan hewan.

47. Siapa yang hendak berjima (bersetubuh) dengan istrinya dengan terlebih

dahulu membatalkan puasanya dengan makan, maka maksiatnya lebih

besar. Dia telah melecehkan kesucian bulan dua kali, dengan makan dan

bersetubuh. Menunaikan kafarah mugholazoh lebih ditekankan.



1 Membebaskan budak, jika tidak ada puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu puasa

maka dengan memberi makan 60 orang miskin.١١

48. Bagi yang berpuasa, boleh mencium, bersentuhan, berpelukan, memegang

dan memandang kepada istri atau hamba sayahanya jika dapat mengontrol

dirinya. Tetapi jika dia tipe yang cepat naik syahwat dan tidak dapat

mengendalikan diri, tidak boleh melakukannya.

49. Jika sedang berjima (bersetubuh) kemudian terbit fajar, wajib baginya

berhenti. Puasanya sah sekalipun keluar mani setelahnya. Jika dia

melanjutkannya hingga fajar telah terbit, dia telah berbuka dan atasnya

bertaubat, mengganti puasanya dan menunaikan kafarah mugholazoh

(puasa 40 hari berturut-turut).

50. Jika masuk subuh dan dia bangun dalam keadaan junub, hal itu tidak

merusak puasanya. Boleh mengakhirkan mandi junub, haid dan nifas

setelah terbit fajar. Dia harus bersegera mandi semata karena untuk

melakukan shalat.

51. Jika orang yang puasa tidur kemudian mimpi basah, maka puasanya tidak

batal dan tetap menyelesaikan puasanya.

52. Siapa yang istimna (onani) di siang Ramadhan dengan sesuatu yang

mungkin baginya untuk tidak melakukannya, seperti memegang dan

mengulang-ulang pandangan, haruslah bertaubat kepada Allah dan

berimsak (menahan) sisa hari itu dan menggantinya di hari lain.

53. Siapa yang tiba-tiba muntah tidak harus mengganti puasanya. Siapa yang

sengaja muntah hendaknya mengganti puasanya. Jika muncul mual seolah

akan muntah tetapi kemudian kembali normal secara sendirinya, puasanya

tidak batal. Adapun ludah dan dahak jika menelannya sebelum sampai

kemulutnya, puasanya tidak batal, tetapi jika dia menelannya setelah

sampai di mulutnya maka puasanya batal. Makruh mencicipi makanan

tanpa hajah.

54. Bersiwak (membersihkan mulut dengan kayu siwak) disunahkan bagi orang

yang puasa sepanjang hari.

55. Apa yang terjadi pada orang yang puasa, seperti luka, mimisan, masuk ke

air, adanya rasa bensin di tenggorokkan karena mencium baunya tanpa

sengaja, tidaklah membatalkan puasa. Turunnya tetes mata ke

tenggorokan, memakai minyak rambut, memulas kulit dengan hana dan

mendapatkan cita rasa baunya di tenggorokan tidaklah mengapa. Tidak

batal puasa karena memakai hinna (pacar kuku), celak, dan minyak

rambut. Demikian pula penggunaan krim pelembab kulit. Tidak mengapa

mencium bau minyak wangi dan bukhur (wewangian yang dibakar), akan

tetapi berhati-hati dari sampainya asap ke tenggorokan.

56. Untuk kehati-hatian bagi orang yang puasa adalah tidak berbekam. Khilaf

(beda pendapat) dalam hal ini cukup kuat.

57. Rokok termasuk pembatal puasa. Ia bukanlah sesuatu yang dapat

dijadikan uzur untuk tidak berpuasa. ١٢

58. Berendam di air dan memakai pakaian basah untuk mendinginkan tubuh

tidak mengapa bagi yang berpuasa.

59. Jika makan, minum atau jima (bersetubuh) dengan sangkaan masih

malam, lalu sadar bahwa fajar sudah terbit, tidak ada apa-apa baginya.

60. Jika berbuka dengan sangkaan matahari telah tenggelam padahal belum,

haruslah mengqodho (mengganti) menurut Jumhur Ulama (kebanyakan

ulama).

61. Jika terbit fajar sedang di mulutnya masih ada makanan atau minuman,

para ahli fikih telah sepakat untuk mengeluarkannya dan sah puasanya.

2

Hukum berpuasa bagi wanita

62. Anak perempuan yang baru baligh tetapi karena malu tidak berpuasa,

baginya taubat, mengganti hari yang terlewati dan memberi makan satu

orang miskin setiap harinya sebagai kafarah (penebus dosa) jika belum

menggantinya hingga tiba Ramadhan berikutnya. Sama halnya dengan

hukum wanita yang tetap berpuasa ketika haid karena malu dan tidak

mengganti puasanya.

63. Istri tidak boleh berpuasa –selain Ramadhan- ketika suaminya ada

bersamanya, kecuali suaminya mengizinkan. Jika suaminya sedang

bersafar tidak mengapa.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi -shalallahu alaihi wasallam- bersada:

“Jika salah seorang di antara kalian mendengar kumandang azan sementara wadah makanan

masih ada di tangannya, janganlah meletakkannya hingga selesai dari hajatnya.”

[HR. Ahmad 10910 dan Abu Dawud no. 2352. Disahihkan oleh al-Albani dalam Sahih Abu

Dawud]

Ketika Syaikh bin Baz -rahimahullah- ditanya apakah boleh minum sebelum usainya azan,

beliau menjawab:

Jika orang yang berpuasa tidak mengetahui bahwa itu adalah azan subuh, tetapi seperti

kebiasaan orang-orang yang mengandalkan jam dan penanggalan, tidak mengapa ia minum. Ia

boleh memakan dan meminum apa yang ada di tangannya meskipun azan berkumandang,

karena azan yang dikumandangkan adalah dugaan masuknya waktu subuh, bukan kepastian

subuh. Muazin mengabarkan apa yang dia lihat di jam atau penanggalan. Bisa jadi waktu

subuh sudah benar-benar keluar dan bisa jadi juga belum. Allah mewajibkan imsak (menahan)

dengan tabayun (melihat lansung). Hendaknya bagi seorang mukmin untuk menjaga agar

berhenti dari makan sahur sebelum fajar atau sebelum azan hingga tidak jatuh dalam subhat

(keraguan). Akan tetapi jika sempat makan sesuatu yang ringan bersamaan dengan azan atau

minum ketika azan, yang nampak adalah tidak mengapa jika tidak mengetahui waktu fajar

benar-benar telah terbit.

[Transkripsi dari fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Bâz di acara Nûrun Ala ad-Darb] –pent. ١٣

64. Wanita haid jika melihat lendir putih –cairan putih yang keluar dari rahim

seusai haid- ini diketahui oleh wanita, berarti dia telah bersih. Hendaknya

meniatkan puasa pada malamnya dan berpuasa setelahnya. Jika masih

belum bersih pada waktunya, diperiksa dengan diusap dengan kapas atau

yang sepertinya, jika bersih hendaknya berpuasa. Wanita haid atau nifas

jika darahnya berhenti pada malam hari kemudian berniat puasa tetapi

belum mandi hingga terbit fajar, menurut mazhab seluruh ulama

puasanya sah.

65. Wanita yang tahu bahwa haidnya akan datang esok hari, hendaknya tetap

terus dalam niat puasanya dan tidak berbuka sampai mendapatkan darah.

66. Yang utama bagi wanita haid adalah tetap pada tabiatnya dan ridha dengan

apa yang telah Allah gariskan atasnya. Hendaknya tidak memakai apa-apa

yang mencegah haid.

67. Jika wanita hamil mengalami persalinan dan janinnya sudah berbentuk,

maka ia nifas dan tidak berpuasa. Jika janinnya belum berbentuk, itu

adalah mustahadhah (darah penyakit), atasnya berpuasa jika mampu.

Wanita nifas jika sudah bersih sebelum 40 hari, berpuasa dan mandi untuk

shalat. Jika melebihi 40 hari hendaknya meniatkan puasa dan mandi.

Darah yang masih keluar setelah 40 hari dianggap istihadhah (darah

penyakit).

68. Darah istihadhah (darah penyakit) tidak berpengaruh pada keabsahan

puasa.

69. Pendapat yang kuat adalah mengkiaskan wanita hamil dan menyusui

dengan orang sakit; boleh berbuka dan tidak ada kewajiban atasnya selain

qodho (mengganti). Sama saja apakah khawatir akan dirinya atau anaknya.

70. Wanita yang wajib berpuasa, jika disetubuhi oleh suaminya pada siang

Ramadhan dengan keridhaannya, maka hukumnya sama seperti hukum

suaminya. Adapun jika dipaksa, atasnya berusaha menolak dan tidak ada

kafarah baginya.

Penutup, inilah yang dapat disampaikan dari masalah-masalah puasa. Saya

meminta kepada Allah untuk membantu kita agar senantiasa mengingat,

bersyukur dan beribadah kepada-Nya dengan baik. Semoga Allah menutup

untuk kita bulan Ramadhan dengan pengampunan dan pembebasan dari api

neraka.

Salawat dan salam tercurah kepada Nabi kita, Muhammad, keluarganya dan

pada sahabatnya.

sumber : http://on.fb.me/1pQFpLe

Friday, July 18, 2014

Hakekat manusia dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an menegaskan kualitas dan nilai manusia dengan menggunakan tiga macam istilah yang satu sama lain saling berhubungan, yakni  al-insaan ,  an-naas ,  al-basyar , dan  banii Aadam .
Manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan.
Sedangkan kata an-naas (terambil dari kata an-nawsyang berarti gerak; dan ada juga yang berpendapat bahwa ia berasal dari kata unaas yang berarti nampak) digunakan untuk menunjukkan sekelompok manusia baik dalam arti jenis manusia atau sekelompok tertentu dari manusia.
Manusia disebut al-basyar, karena dia cenderung perasa dan emosional sehingga perlu disabarkan dan didamaikan. Manusia disebut sebagai banii Aadam karena dia menunjukkan pada asal-usul yang bermula dari nabi Adam as sehingga dia bisa tahu dan sadar akan jati dirinya. Misalnya, dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan ke mana ia akan kembali.
Penggunaan istilah banii Aadam menunjukkan bahwa manusia bukanlah merupakan hasil evolusi dari makhluk anthropus (sejenis kera). Hal ini diperkuat lagi dengan panggilan kepada Adam dalam al-Qur'an oleh Allah dengan huruf nidaa (Yaa Adam!). Demikian juga penggunaan kata ganti yang menunjukkan kepada Nabi Adam, Allah selalu menggunakan kata tunggal (anta)dan bukan jamak (antum) sebagaimana terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 35.
Manusia dalam pandangan al- Qur'an bukanlah makhluk anthropomorfisme yaitu makhluk penjasadan Tuhan, atau mengubah Tuhan menjadi manusia. Al-Qur'an menggambarkan manusia sebagai makhluk theomorfis yang memiliki sesuatu yang agung di dalam dirinya. Disamping itu manusia dianugerahi akal yang memungkinkan dia dapat membedakan nilai baik dan buruk, sehingga membawa dia pada sebuah kualitas tertinggi sebagai manusia takwa.
Al-Qur'an memandang manusia sebagaimana fitrahnya yang suci dan mulia, bukan sebagai manusia yang kotor dan penuh dosa. Peristiwa yang menimpa Nabi Adam sebagai cikal bakal manusia,yang melakukan dosa dengan melanggar larangan Tuhan, mengakibatkan Adam dan istrinya diturunkan dari sorga, tidak bisa dijadikan argumen bahwa manusia pada hakikatnya adalah pembawa dosa turunan.
Al-Quran justru memuliakan manusia sebagai makhluk surgawi yang sedang dalam perjalanan menuju suatu kehidupan spiritual yang suci dan abadi di negeri akhirat, meski dia harus melewati rintangan dan cobaan dengan beban dosa saat melakukan kesalahan di dalam hidupnya di dunia ini. Bahkan manusia diisyaratkan sebagai makhluk spiritual yang sifat aslinya adalah berpembawaan baik (positif, haniif).
Karena itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu. Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa kualitas dan hakikat baik benar dan indah itu selalu mengisyaratkan dilema-dilema dalam proses pencapaiannya.
Artinya, hal tersebut mengisyaratkan sebuah proses perjuangan yang amat berat untuk bisa menyandang predikat seagung itu. Sebab didalam hidup manusia selalu dihadapkan pada dua tantangan moral yang saling mengalahkan satu sama lain. Karena itu, kualitas sebaliknya yaitu buruk, salah, dan jelek selalu menjadi batu sandungan bagi manusia untuk meraih prestasi sebagai manusia berkualitas mutaqqin di atas.
Gambaran al-Qur'an tentang kualitas dan hakikat manusia di atas megingatkan kita pada teori superego yang dikemukakan oleh sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa kenamaan yang pendapatnya banyak dijadika rujukan tatkala orang berbicara tentang kualitas jiwa manusia.
Menurut Freud, superego selalu mendampingi ego. Jika ego yang mempunyai berbagai tenaga pendorong yang sangat kuat dan vital (libido bitalis), sehingga penyaluran doronganego (nafsu lawwamah/nafsu buruk) tidak mudah menempuh jalan melalui superego (nafsu muthmainnah/nafsu baik). Karena superego (nafsu muthmainnah) berfungsi sebagai badan sensor atau pengendali ego manusia.
Sebaliknya, superego pun sewaktu-waktu bisa memberikan justifikasi terhadap egomanakala instink, intuisi, dan intelegensi - ditambah dengan petunjuk wahyu bagi orang beragama- bekerja secara matang dan integral. Artinya superego bisa memberikan pembenaran pada ego manakala ego bekerja ke arah yang positif. Ego yang liar dan tak terkendali adalah ego yang negatif, ego yang merusak kualitas dan hakikat manusia itu sendiri.
Sebagai kesimpulan dapatlah diterangkan bahwa kualitas manusia berada diantara naluridan nurani. Dalam rentetan seperti itulah manusia berperilaku, baik perilaku yang positif maupun yang negatif. Fungsi intelegensi dapat menaikkan manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Namun intelegensi saja  tidaklah cukup melainkan harus diikuti dengan nurani yang tajam dan bersih. Nurani (mata batin, akal budi) dipahami sebagai superego, sebagiconscience atau sebagai nafsu muthmainnah (dorongan yang positif). Prof. Dr. Fuad Hasan mengatakan bahwa bagi manusia bukan sekedar to live (bagaimana  memiliki) dan to survive (bagaimana bertahan), melainkan juga to exist (bagaimana keberadaannya). Untuk itu, maka manusia memerlukan pembekalan yang kualitatif dan kuantitatif yang lebih baik daripada hewan.
Manusia bisa berkulitas kalau ia memiliki kebebasan untuk berbuat dan kehendak. Tetapi kebebasan disini bukanlah melepaskan diri dari kendali rohani dan akal sehat, melainkan upaya kualitatif untuk mengekspresikan totalitas kediriannya, sambil berjuang keras untuk menenangkan diri sendiri atas  dorongan naluriah yang negatif dan destruktif. Jadi kebebasan yang dimaksudkan disini adalah upaya sadar untuk mewujudkan kualitas dan nilai dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi secara bertangung jawab.
Kualitas dan nilai manusia akan terkuak bila manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan naluri bebasnya itu berdasarkan pertimbangan aqliah yang dikaruniai Allah kepadanya dan dibimbing oleh cahaya iman yang menerangi nuraninya yang paling murni.
Wallaahu A'lam.